• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Limbah Industri Ancam Gresik

Kamis, 17 November 2011 06:17 WIB
TRIBUNJATIM.COM,GRESIK- Sebagai kawasan yang dikelilingi banyak Industri Kabupaten Gresik terancam paparan limbah Industri Industri berbahaya. Ancaman limbah di kota pudak itu disampaikan ahli Hukum Lingkungan, Suparto Wijoyo dalam acara Sosialisasi UU 32 tahun 2009 di kantor Badan Lingkungn Hidup, Rabu (16/11/2011).

Suparto menyatakan Gresik yang dijamuri kawasan Industri terancam paparan limbah berbahaya karena tidak memiliki lokasi pembuangan limbah B3.

“Justru kalau tidak ada depo pembuangan tidak ada yang bisa mengontrol industri yang  membuag limbah B3, karena itu Pemda harus memfasilitasi pembangunan pusat pembuangan limbah,” ujar Suparto, usai acara Sosialisasi.

Salah satu perumus UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan, pengelolaan Lingkungan itu mencontohkan kondisi Gresik dengan kondisi provinsi Jatim yang tidak memiliki pusat pengolahan limbah berbahaya. Dalam setahun ada 1,4 juta ton limbah berbahaya per tahun yang dihasilkan sector Industri. Jumlah perusahaan penghasil limbah berbahaya di Jatim mencapai 4000 perusahaan.

“Parahnya, hanya sekitar 26 industri saja yang taat membuang limbah B3 nya ke pusat pengolahan limbah resmi, bagaimana yang lian? Makanya jangan heran jika ditemukan limbah berbahaya di tempat pembuangan sampah atau di tong-tong sampah,” tambah Suparto.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Gresik Sumarno mengatakan saat ini proses pembuangan limbah B3 dari industri Gresik kebanyakan dikelola sendiri oleh perusahaan bersangkutan. Perusahaan bekerjasama dengan pihak ketiga yang mengelola pembuangan limbah ke kawasan pembuangan limbah B3 resmi seperti di Cilengsi, Karawang dan Cirebon.

Dalam proses pengawasan pembuangan limbah pihak BLH Gresik hanya sebatas memantau ijin pengolahan dari Pusat.

“Perijinan pengolahan limbah B3 termasuk angkutannya semua dari pusat dan kami memantau manifestnya,’ ujar Sumarno.

Di sisi lain BLH Gresik juga mengawasi pembuangan limbah sementara sebelum limbah itu dikelola aatu diangkut ke lokasi pengolahan limbah B3. Ada pengawasan khusus untuk pengolahan limbah sementara. Pengolahan limbah sementara harus di tempat khusus dan tidak boleh lebih dari 90 hari.

Disinggung tentang pembuatan pusat pengolahan limbah, Sumarno menyatakan hal itu masih sulit dilakukan.

"Kalau kami membangun pusat pengolahan limbah apa masyarakat bisa menerima," tambahnya.

Sumber : Surya
Penulis : Dyan Rekohadi
Editor: Yoni Iskandar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
12301 articles 55 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas