• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Puluhan Siswa Keracunan Nasi Bungkus

Senin, 28 November 2011 05:39 WIB
Puluhan Siswa Keracunan Nasi Bungkus
surya/st38
Salah satu siswa keracunan usia menyantap nasi bungkus
TRIBUNJATIM.COM,GRESIK – Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kebomas, Jl Mayjen Sungkono, Kecamatan Kebomas, Gresik keracunan nasi bungkus saat perkemahan Sabtu-Minggu (Persami), Minggu (27/11/2011).

Kegiatan Persami yang diikuti oleh siswa kelas VII dan VII siswa SMPN 1 Gresik dimulai Sabtu (26/11). Pukul 15.00 WIB siswa kumpul di sekolah dengan mendirikan tenda di lapangan di belakang sekolah.

“Siswa ditarik iuran Rp 15.000 untuk kegiatan Persami,” ujar Muhamad Verry (43), wali murid Raga Permana Putra, VII D, saat ditemui di Perumahan wiharta, C2, Kelurahan Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Setelah beberapa kegiatan berlangsung, pukul 20.00 WIB panitai bersama peserta makan malam nasi bungkus bali dengan lauk telur dan mi goreng di ruang IX G.

“Pak nasinya kok basi,” ujar Verry menirukan keterangan anaknya yaitu Raga yang masih berbaring di rumah.

Tetapi aduan tersebut tidak dihiraukan oleh pembina Pramuka tersebut, sehingga seluruh siswa ikut makan nasi yang diduga sudah basi.

“Sudah dimakan saja,” imbuh Verry sesuai pengakuan anaknya.

Sekitar satu jam kemudian perut siswa-siswi mulai mulas, mual-mual sehingga oleh Pembina Pramuka sempat dilakukan perawatan dengan memijat, karena jumlahnya siswa yang keracunan bertambah banyak, sehingga pukul 23.45 WIB siswa-siswi di bawa ke Puskesmas Kebomas, karena Puskemas Kebomas tidak bisa menangani siswa yang begitu banyak akhirnya di bawa ke RSUD Ibnu Sina 36 siswa, RS Semen Gresik, 6 siswa dan RS Petrokimia Gresik, 15 siswa.

Padahal siswa yang ikut dalam Persami itu kelas VII, sebanyak 223 siswa dan kelas VIII dan IX sebanyak 25 siswa yang tergabung dalam Panitia Persami. Sehinga hingga Minggu (27/11), lima siswa diminta menginap hingga kondisi membaik.

“Tinggal pusingnya saja, besok Senin (28/7) sudah boleh pulang,” ujar Laiatul Khoyum (38), ibu dari Kurotul, siswi kelas VIII B saat menunggu anaknya dirawat di RS Petrokimia Gresik.

Saat ditanya mengenai penyebab keracunan itu, Kurotul mengatakan, saat makan nasi bali bungkus dengan lauk telur dan mi, karena nasinya sudah basi sehingga teman-teman perutnya pada mules dan mual-mual.

“Tidak tahu dari mana nasi bali itu didapatkan oleh Pania,” ujar Kurotul sambil berbaring lemas.

Sementara Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Gresik, Ajun Komisri Muhamad Nur Hidayat melalui Kepala Unit Satu Inspektur Dua I Made Yogi Pusura Utama mengatakan, dari pihak Kepolisian masing melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengumpulkan sisa-sisa nasi bungkus yang dibuang di tempat sampah dan tanah-tanah yang dari siswa yang muntah.

“Barang bukti dari pihak sekolah sudah habis dibuang, tetapi dari bungkusan tersebut langsung dibawa ke Laboratoirum Forensik Polda Jatim,” tegas Yogi.

Sementara dari pihak sekolah SMPN 1 Kebomas diwakil oleh Rokim (38), penjaga sekolah tersebut mengatakan, siswa -siswi yang keracunan sudah meninggalkan sekolah pagi hari pukul 06.30 WIB.

“Semua pengobatan sudah ditanggung sekolah, dan siswa langsung dipulangkan,” jelas Rokim.

Sementara Pembina Pramuka sudah tidak ada di SMP N 1 Kebomas.

“Tidak tahu namanya, karena Pembina Pramuka masih baru,” imbuh Rokim.

Sumber : Surya
Penulis : Sugiono/st38
Editor: Yoni Iskandar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
12618 articles 55 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas