Minggu, 23 November 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Pengelolaan Sampah Sidoarjo Dilirik Swiss

Jumat, 9 Desember 2011 16:53 WIB

Pengelolaan Sampah Sidoarjo Dilirik Swiss
Surya/mif
Tumpukan sampah di Jl Dr Soetomo beberapa waktu akibat truk pengangkut rusak bakal berubah menjadi tumpukan uang.
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJODuta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swiss, H Djoko Soesilo datang ke Sidoarjo membawa dua investor dari Swiss untuk mengelola sampah yang banyak menumpuk di Sidoarjo. Pasalnya, sampah yang banyak menumpuk di pasar, tempat pembuangan akhir (TPA) dan tepi jalan raya bisa disulap menjadi uang.

Dua investor yang dibawa Djoko Soesilo dan dihadapkan langsung pada Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah di antaranya bernama Dr Martin Eppacher. Kehadiran investor dari Swiss tak pelak disambut baik orang nomor satu di Sidoarjo karena sampah yang dinilai tidak ada artinya dan menjijikkan masyarakat itu ternyata bisa dikelola dan dijadikan uang.


Menurut Djoko, kehadiran investor dari Swiss tatkala melihat tayangan tv saat demo warga Porong di tv dan timbul kemacetan di Jl Raya Porong selama 1,5 jam. Kendaraan akhirnya dialihkan ke Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin dan banyak sopir membuang botol minuman kemasan ke tepi jalan. Padahal botol plastik yang dibuang itu sama dengan membuang uang.


“Sampah adalah berkah dan sampah bisa dijadikan uang. Jadi sampah bukan lagi menjadi masalah karena bisa dikelola,” tutur Djoko Susilo.


Untuk membuktikan itu, Djoko mengundang Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah ke Swiss untuk melihat kondisi di Swiss yang bersih, nyaman dan indah. Di Swiss tidak ada sampah yang berserakan atau terbuang cuma-cuma. “Sampah disana (Swiss) dikelola semua. Bupati pasti kagum melihat keindahan kotanya,” jelasnya.


Kapan bupati ke Swiss? “Terserah kapan. Yang jelas setelah MoU berlangsung enam bulan langsung bisa kerja sama. Jangan dikira nanti kalau ke Swiss itu ngelencer,” katanya sembari tersenyum.


Apakah ada kaitannya dengan Sanitary Landfill? “Oh saya tidak tahu kalau di Sidoarjo ada program seperti itu,” paparnya.


Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengapresiasi baik kerja sama yang ditawarkan itu. Pasalnya, selama ini sampah selalu menjadi masalah. Di Sidoarjo dalam sehari saja menciptakan 360 ton sampah pasar dan kota saja. Itu belum termasuk sampah rumah tangga yang tersebar di Sidoarjo. Apalagi TPA sampah sekarang hanya ada satu yakni di Jabon. Sementara di Bareng Krajan, Kecamatan Krian sudah overload dan ditutup.


“Itu sudah berapa uang yang tercipta dari pengelolaan sampah saja,” tukasnya.

Bupati dalam hal ini minta diundang oleh pemerintah Swiss untuk mengantisipasi tudingan yang macam-macam. “Kalau bisa saya diundang ke Swiss untuk menyaksikan langsung bagaimana pengelolaan sampah dan tata kotanya,” ujar Abah Ipul demikian dipanggil.





Sumber : Surya

Penulis : Anas Miftakhudin

Editor: Yoni Iskandar
berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas