Sabtu, 29 November 2014
Tribun Jatim

413 Prajurit Marinir Raih Baret Ungu

Sabtu, 17 Maret 2012 05:36 WIB

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA-Sedikitnya 413  prajurit baru Korps Marinir mendapat Baret Ungu lewat upacara tradisi di Pantai Pasir Panjang, Puslatpur Marinir Grati Pasuruan, Kamis (14/3/2012) sore

Penyematan baret ungu ini dilakukan langsung pemimpin tertinggi Korps Marinir, yang  diwakili Komandan Pasukan Marinir (Dan Pasmar) 1 Surabaya Brigjen TNI Marinir Tommy Basari.

Dari 413 prajurit yang berhak memakai baret kebanggaan korps marinir diantaranya,  24 orang Kadet (Taruna) Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-58 dan 389 orang siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AL angkatan ke-31.

”Setelah memakai  baret ungu, seorang prajurit secara sah menjadi keluarga besar korps marinir, sekaligus memiliki kewajiban mutlak berprilaku dan bertindak sesuai landasan moral prajurit korps marinir,” kata Tommy Basari.

Menurut orang nomor satu Korps Baret Ungu ini, upacara pembaretan ini adalah salah satu tradisi khas korps marinir yang mengandung makna penting dan bersejarah bagi setiap prajurit Korps yang berlambang keris samudera ini.

Ia menambahkan tradisi pembaretan ini, memiliki makna historis bagian dari proses pembentukan karakter prajurit melalui tahapan pendidikan, pelatihan, pembinaan dan penanaman nilai-nilai luhur di ”Kawah Candradimuka” Kodikmar Kobangdikal.

”Mulai saat ini, tumbuhkan dan pupuk kesadaran baru sebagai prajurit marinir harus menjadi kebanggaan rakyat,  bisa diandalkan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Komandan Komando Pendidikan Marinir (Dankodikmar) Kolonel Marinir Hasanuddin, mengatakan sebelum prajurit Marinir mengenakan baret ungu, mereka harus mengikuti Pendidikan Komando (Dikko) yang berlangsung 2 bulan terakhir dari 6,5 bulan pendidikan.
“Dikko selama dua bulan sarat dengan ujian ketahanan mental, fisik dan intelegensia para peserta didik,” ujarnya.

Ada enam tahapan berat yang harus dilewati yakni, tahap Laut  tahap komando, tahap hutan, tahap gerilya lawan gerilya (GLG), tahap pelolosan dan terakhir tahap lintas medan dengan menempuh jarak 340 Km dari Bayuwangi menuju Surabaya dengan berjalan kaki.


Sumber : Surya
Penulis : wiwit purwanto
Editor: Yoni Iskandar
berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas