Lembar Jawaban Rusak, Panitia Unas Panik
Selasa, 8 Mei 2012 16:20 WIB
Berita Terkait
- Hamil 6 Bulan, Siswi SD di Blitar Ikut UN
- Empat Siswa di Tuban Kerjakan Unas di RS
- 20.842 Siswa Peserta Unas SD/MI di Gresik, Belum Ada…
- Polisi Yakin Tak Ada Kebocoran Soal Unas di Surabaya
- Ada Kelebihan Naskah Unas SD/MI di Surabaya
- Soal Unas SD/MI se-Surabaya Sudah di Polsek
- Soal Unas SD Kota Masih Ditahan di Mapolres Bangkalan
- Terdapat 27 Siswa Berkebutuhan Khusus Ikut Unas
- Berdoa Bersama Jelang Unas
- Polisi Kerahkan 350 Personel Selama Unas SD
TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Pelaksanaan Unas SD hari kedua sempat diwarnai suasana panik. Lembar jawaban Unas ditemukan rusak. Akibatnya, panitia dan siswa yang kedapatan lembaran rusak ini sempat kaget.
Hal itu terjadi di SDN Ketintang 1 Surabaya. Lembar jawaban yang dibagikan dengan jumlah 20 pas sesuai jumlah peserta satu ruang ada yang rusak. "Rusak dan sobek sehingga tak bisa digunakan. Beruntung ada cadangan di gugus kami," kata Sunyoto, Kepala SDN Ketintang 1.
Secara umum, pelaksanaan Unas di hari kedua berjalan kondusif. Tidak ada indikasi terjadi kecurangan atau contek massal. Selain itu, ungkap Sunyoto, tahun ini sekolahnya menekankan pendidikan karakter kejujuran dalam pelaksanaan Unas.
"Upaya mendatangkan pengawas independen bagus untuk menjaga ketertiban Unas agar tidak curang. Tahun depan, kami akan perketat keamanan dengan pengawasan kamera CCTV," lanjut Sunyoto.
Situasi yang tak jauh berbeda juga terjadi di SD Khadijah Surabaya. Pengawasan Unas cukup ketat. Kerap siswa yang izin bolak-balik ke toilet, selalu didampingi oleh pengawas ruang dan pengawas independen.
"Tak ada indikasi kecurangan," kata Kepala SD Khadijah Surabaya, Abdul Sani.
Sumber : Surya
Reporter : Faiq nuraini
Hal itu terjadi di SDN Ketintang 1 Surabaya. Lembar jawaban yang dibagikan dengan jumlah 20 pas sesuai jumlah peserta satu ruang ada yang rusak. "Rusak dan sobek sehingga tak bisa digunakan. Beruntung ada cadangan di gugus kami," kata Sunyoto, Kepala SDN Ketintang 1.
Secara umum, pelaksanaan Unas di hari kedua berjalan kondusif. Tidak ada indikasi terjadi kecurangan atau contek massal. Selain itu, ungkap Sunyoto, tahun ini sekolahnya menekankan pendidikan karakter kejujuran dalam pelaksanaan Unas.
"Upaya mendatangkan pengawas independen bagus untuk menjaga ketertiban Unas agar tidak curang. Tahun depan, kami akan perketat keamanan dengan pengawasan kamera CCTV," lanjut Sunyoto.
Situasi yang tak jauh berbeda juga terjadi di SD Khadijah Surabaya. Pengawasan Unas cukup ketat. Kerap siswa yang izin bolak-balik ke toilet, selalu didampingi oleh pengawas ruang dan pengawas independen.
"Tak ada indikasi kecurangan," kata Kepala SD Khadijah Surabaya, Abdul Sani.
Sumber : Surya
Reporter : Faiq nuraini
Editor : yoni
