Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Harga Sapi dan Kambing di Magetan Melonjak 50 persen

Kamis, 18 Oktober 2012 15:29 WIB

Harga Sapi dan Kambing di Magetan Melonjak 50 persen
surya/sudarmawan
RAMAI - Ratusan penjual dan pembeli sapi dan kambing meramaikan Pasar Hewan Jetis, Kabupaten Ponorogo menjelang lebaran, Selasa (7/8/2012).
TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Sepuluh hari menjelang Idul Adha yang jatuh pada hari Jumat (26/10/2012), harga hewan kurban yakni, sapi dan kambing melonjak dipasaran Magetan. Kenaikan harga kedua hewan itu menembus 50 persen lebih dari harga sepekan sebelumnya.

"Seminggu lalu harga kambing dengan tinggi satu meter dengan lingkar badan 80 cm, bisa didapat dengan harga dibawah Rp 1 juta, sekarang harganya mencapai Rp 1,4 juta - Rp 1,5 juta," kata Kadi pedagang besar hewan yang ditemui Surya di pasar hewan Plaosan, Kabupaten Magetan, Kamis (18/10/2012).

Dikatakan Kadi, kenaikan harga hewan itu tidak saja untuk kambing, namun juga sapi. Baik sapi Jawa maupun warna (Brahman). Malah untuk sapi kenaikannya bisa mencapai 70 persen dari harga sebelumnya.

"Kenaikan ini tidak hanya karena pengaruh hari Idul Adha (hari korban). Tapi juga karena pasokan sapi dari luar daerah ke Magetan agak berkurang," kata pedagang besar hewan warga Kelurahan Beran, Kecamatan/Kabupaten Ngawi ini.

Saat ini, tambah Kadi, untuk sapi Jawa dan warna kenaikannya tidak terpaut jauh. Namun antara 40 persen hingga 70 persen. "Kalau sapi Brahman kenaikan bisa mencapai 70 persen. Tapi tergantung fisik sapi. Tapi yang pasti kenaikannya antara itu. Namun kalau untuk sapi Jawa yang biasanya didapat dengan harga Rp 10 juta, sekarang harganya bisa mencapai Rp 14 juta - Rp 16 juta,"kata Kadi.

Menurut Kadi, sapi maupun kambing yang diperdagangkan di pasar hewan Magetan rata-rata sapi dan kambing dari luar daerah seperti dari Tulungagung, Trenggalek, Blitar dan Kediri.

"Kalau kambing untuk Magetan biasanya jenis gibas yang paling disukai. Untuk daerah lain, seperti Ngawi, Ponorogo, Nganjuk itu kambing yang disuka jenis PE (peranakan etawa)," jelasnya.

Harga dipasaran Magetan ini, menurut Kadi, akan mempengaruhi harga di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung. Karena hewan-hewan seperti sapi dan kambing itu tempat penggemukannya berada di Magetan.

"Jelas harga lokal Magetan ini akan mempengaruhi harga di kota-kota besar. Karena pedagang kulak di Magetan dan dibawa ke kota-kota besar itu," kata Kadi sambil mengatakan karena harga melonjak hampir 100 persen, stock sapi yang akan dikirim ke kota-kota besar itu jadi berkurang.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan membenarkan berkurangnya pasokan sapi dan kambing yang masuk ke wilayah Kabupaten Magetan. Ini karena Dinas Peternakan setempat memperketat masuknya hewan-hewan ini ke wilayahnya.

"Kami memang memperketat masuknya hewan-hewan seperti sapi dan kambing. Ini untuk antisipasi penularan penyakit menjelang hari korban (Idul Adha). Kita tidak ingin kecolongan saja. Karena menjelang hari Idul Adha banyak hewan-hewan dari luar daerah seperti Jateng dan Jabar membanjiri wilayah Magetan,"kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Magetan drh Budi Astono, kepada Surya (tribunnews group), Kamis (18/10/2012).  
      
    
     
Sumber   : Surya
Reporter : Doni prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas