• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Jukir Jombang Keluhkan Keterlambatan Honor

Jumat, 10 Mei 2013 14:41 WIB
Jukir Jombang Keluhkan Keterlambatan Honor
Net
Tukang parkir
Laporan Wartawan Surya, Sutono



TRIBUNJATIM.COM,JOMBANG - Sejumlah juru parkir (jukir) di Jombang mengeluhkan keterlambatan pembayaran honor yang terjadi setiap bulan.

Menurut para jukir, keterlambatan honor itu itu berlangsung sejak awal tahun ini.
    
“Honor jukir selalu mundur satu bulan. Kita tidak boleh protes karena diancam putus kontrak,” kata salah satu jukir yang biasa mangkal di Jl Presiden Abdurrahman Wahid (eks Jl Merdeka), Jumat (10/5/2013).
    
Dia bercerita, honor jukir semestinya dibayarkan antara tanggal 1-5 tiap bulannya. Tapi faktanya, dia selalu menerima honor pada bulan berikutnya.
    
“Honor yang mestinya dibayar April misalnya, baru kita terima 2 Mei lalu. Honor Mei sendiri belum kita terima sampai sekarang,” keluhnya.

Padahal mereka menerima honor tidak di awal kerja, melainkan setelah melakukan pekerjaan.
    
Sehingga jatah honor yang mestinya dibayarkan April itu bukanlah hasil kerja April. Tetapi hasil untuk kerja bulan Maret.

“Ini sudah lama terjadi tapi kita tak berani bertanya. Karena kalau protes diancam putus kontrak,” bebernya.
    
Menurut para jukir, status ketenagakerjaan mereka memang hanya dikontrak, meski dituangkan lewat surat keputusan (SK).
“Sementara di luar kami, masih ada jukir dengan status binaan,” imbuh jukir kontrak lainnya.
    
Selain jukir kontrak dan binaa, menurut jukir kontrak, ada pula jukir dengan status liar.

“Kami tak berani protes terbuka karena pada periode kontrak berikutnya bisa bisa langsung tak diperpanjang dan digantikan jukir binaan,” kata jukir kontrakan ini.
    
Kepala Dinas Perhungan dan Komunikasi (Dishubkom), Imam Sudjianto membantah ada keterlambatan pembayaran honor jukir kontrak.

“Sejak Januari lalu bendahara sudah kami minta tertib administrasi, termasuk tertib membayar honor jukir. Jadi tak mungkin terlambat,” tegasnya.
       
Setiap tanggal 30 atau diakhir bulan, imbuh Imam Sudjiyanto, honor jukir sudah langsung dicairkan.

Sehingga bisa diambil mulai tanggal 1 sampai 5 tiap bulannya.
       

“Yang sering terjadi, selama ini jukir mengambil honor bersamaan dengan setoran penghasilan parkir. Jadi ada yang tanggal 10 atau malah 15. Tapi karena honor itu hak  mereka, tetap saja kami bayarkan meski mereka mengambilnya telat,” jelasnya.
       
Honor itu sendiri menurutnya hanya diberikan pada jukir yang ber-SK. Jumlahnya mencapai 112 orang.

“Tiap bulan honornya Rp 300.000,” bebernya.
       
Sementara jukir yang berstatus binaan ada 52 orang dan terkonsentrasi di dalam kota.

“Untuk pembayaran jukir binaan ini terkait dengan PAD (pendapatan asli daerah). Jika signifikan menambah PAD, diusulkan menjadi jukir ber-SK,” bebernya.
       
Kontribusi parkir untuk PAD sendiri cukup besar, mencapai Rp 4,7 miliar dari parkir berlangganan. Serta Rp 88 juta dari parkir konvensional.
    
Diluar kedua macam jukir itu, masih ada ratusan jukir yang berstatus liar.

“Mereka ini yang justru merusak sistem. Itu bukan tanggungjawab kami,” pungkas Sudjianto.
Editor: Yoni Iskandar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
126454 articles 55 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas