• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribun Jatim

Pengumuman Kelulusan Lewat Internet, Siswa Dilarang Datang ke Sekolah

Rabu, 22 Mei 2013 07:50 WIB
Pengumuman Kelulusan Lewat Internet, Siswa Dilarang Datang ke Sekolah
Surya/Siti Yuliana
Siswa kelas tiga langsung coret coret bajus esama teman usai pengumuman kelulusan, sabtu (26/5/2012).
Laporan Wartawan Surya, Musahadah


TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA 
-  Sejumlah sekolah mulai memasang strategi khusus mengantisipasi konvoi siswa pascapengumuman kelulusan, Jumat (24/5/2013).  

Seperti SMAN 6 Surabaya yang akan mengumuman kelulusan via internet untuk menghindari bertemunya siswa di sekolah.

“Anak-anak tidak diperkenankan datang ke sekolah,”tegas Nurseno, Kepala SMAN 6 Surabaya saat dikonfirmasi Surya.co.id (Tribunnews.com Network), Senin (21/5/2013).

Pengumuman via internet itu akan dikeluarkan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dinas pendidikan.

 “Kalau dinas minta diumumkan pukul 12.00 WIB ya nanti hasilnya kami unggah via internet pukul tersebut. Saat ini kan sudah canggih, banyak siswa yang memiliki ponsel dengan layanan internet, jadi mereka langsung bisa mengetahui lulus atau tidaknya dimana pun berada,”kata kasek yang jago menulis buku sosiologi ini.

Nurseno memastikan di hari kelulusan itu seluruh proses belajar mengajar di sekolahnya akan diliburkan.

Sebagai ganti pengawasan siswa, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran ke masing-masing wali murid untuk menjaga anaknya agar tidak melakukan konvoi maupun tindakan-tindakan euforia lainnya.

“Selama satu dua hari itu orangtua harus tahu aktivitas anaknya. Jangan dibiarkan keluar terus konvoi di jalan,”katanya.

Nurseno mengungkapkan, dirinya akan tetap berjaga-jaga di sekolah untuk mengantisipasi jika ada siswa yang nekat datang ke sekolah.

“Kami pastikan kalau ada gerombolan di depan atau di sekitar sekolah akan kami bubarkan,” tegasnya.

Disinggung kemungkinan mengorganisir siswa ke satu titik seperti yang disarankan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun, Nurseno tidak akan melakukannya.

“Bukannya kami menolak saran Bapak Kepala Dinas. Tapi kalau kami arahkan pada satu titik, terus siapa yang mengawal. Iya kalau berangkatnya sama-sama, tapi kalau pulangnya gimana. Itu kan nanti malah rawan,”tukasnya.

Strategi berbeda dilakukan SMKN 7 Surabaya. Sekolah yang berlokasi di Jalan Pawiyatan ini akan mengirimkan hasil ujian ke rumah-rumah siswa.


Kepala SMKN 7 Surabaya Agus Basuki mengatakan strategi diambil agar tidak ada konsentrasi siswa di sekolah.

Jika ternyata siswa nekat masuk, pihaknya siap membubarkan. Untuk itu, dia mengharuskan seluruh guru, terutama guru kelas tetap masuk meski hari itu diliburkan.

Para guru ini akan disiapkan di depan sekolah dan sekitarnya untuk menghalau berkumpulnya siswa. “Kami akan menyadarkan secara persiasif. Ya, komunikasi seperti anak denagn bapaknya lah,”katanya.

Agus juga sudah bekerjasama dengan polsek Bubutan dan Koramil setempat untuk mengamankan wilayahnya.

“Intinya, kalau ada konsentrasi siswa akan dihalau. Kami akan meminta mereka pulang ke rumahnya masing-masing,”pungkasnya.
Editor: Yoni Iskandar
Komentar

Berita Populer
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved l About Us l Privacy Policy l Help l Terms of Use l Redaksi l Info iklan l Contact Us l Lowongan
Atas