Minggu, 23 November 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Polisi Tuban Tangkap Direktur Palsu

Rabu, 17 Juli 2013 14:32 WIB

Polisi Tuban Tangkap Direktur Palsu
surya/adrianus adhi
BARANG BUKTI - Agus Susanto menunjukkan barang bukti penipuan berupa nota palsu dan stempel palsu milik CV Kharisma Sejahtera di Mapolsek Tuban.

Laporan Wartawan Surya,Adrianus Adhi

TRIBUNJATIM.COM,TUBAN - Kepolisian Sektor Kota Tuban berhasil mengungkap penipuan dengan modus menyediakan solar bersubsidi.

Pelakunya adalah Agus Susanto (46), pria asal Jakarta Timur yang baru setahun ini tinggal di Kabupaten Tuban.

Ulah Agus ini terungkap setelah dilaporkan Umar Rifamule (52), direktur perusahaan PT Anugrah Sejahtera Surabaya yang bergerak di bidang suplier BBM Non Subsidi untuk industri.

Kapolsek Kota Tuban AKP Basyir menjelaskan kronologis penipuan ini bermula saat Agus menghubungi Umar pada awal Mei lalu.

Kala itu Agus memesan solar non subsidi dengan jumlah 5000 liter untuk kepentingan perusahaan di Lamongan.

Karena untuk memesan solar harus dalam bentuk nota tertulis, Agus kemudian membuat nota pembelian palsu melalui CV Kharisma Sejahtera, perusahaan kontraktor di Bojonegoro.

"Dalam nota palsu ini, tersangka mengaku sebagai direktur CV itu sendiri. Kemudian nota itu distempel dengan stempel buatannya sendiri," kata Basyir.

Nota palsu ini rupanya berhasil mengelabui perusahaan milik Umar. Solar yang dipesan Agus kemudian dikirim ke lokasi penuangan pabrik di Kecamatan Brondong, Lamongan dengan harga yang disepakati adalah Rp 8.100 per liter.

Solar ini kemudian dikirim ke tempat penampungan pada 22 Mei lalu.

"Setelah solar itu dikirim, ternyata tersangka tak kunjung membayar solar pesanan itu. Korban yang curiga lantas melaporkan kasus ini ke kami," kata Basyir di kantornya.

Atas laporan ini, Agus kemudian ditangkap di tempat kosnya di Kawasan kota Tuban, Senin (15/07/2013) dini hari.

Dalam pemeriksaan terungkap kalau Umar telah ditipu oleh Agus, sebab nota penjualan CV yang dipalsu Agus ternyata bukan miliknya.

Agus rupanya mendapat nota itu karena pernah bekerja dalam CV tersebut pada dua tahun lalu, namun kini ia telah dipecat.

Tak hanya itu saja, Agus ternyata mendapat keuntungan double dari penggunaan nota palsu itu. Dimana mendapat solar bersubsidi secara gratis, dia juga berhasil mendapatkan uang puluhan juta dari perusahaan penampungan solar di Lamongan.

Tiap satu liter solar ini dijual Agus seharga Rp 7.300.

"Uangnya digunakan untuk kepentingan tersangka sendiri, seperti makan, minum dan untuk membayar biaya kos tersangka yang mencapai Rp 1,1 juta perbulan " kata Basyir.

Basyirr menambahkan, saat ini polisi masih mengembangkan kasus penipuan Agus. Besar kemungkinan perusahaan yang ditipu oleh Agus tidak hanya dari Surabaya saja, namun penipuan Agus juga terjadi di perusahaan penyedia solar non subsidi di Tuban.

"Kami masih menunggu laporannya korban yang lain, apalagi tersangka sudah lebih dari sembilan bulan tinggal di Tuban dengan melakukan penipuan seperti ini," terang Basyir.

Sementara itu Agus mengatakan kalau dirinya tak berniat menipu Umar.

"Ini hanya kesalah pahaman saja, sebab namanya bisnis pasti ada untung ruginya," kata Bapak dua anak ini.

Terkait, keberadaan nota palsu itu, Pria yang lulusan SMA ini mengaku memang pernah bekerja di sana.

"Tapi itu dulu, saat ini saya sudah keluar," katanya.

Atas perbuatan ini, Agus dijerat dengan pasal 378 junto 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman  tujuh tahun penjara.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas