• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Demo Ratusan Warga Trowulan: Tolak Pabrik Baja Hingga Pusat

Jumat, 19 Juli 2013 13:35 WIB
Demo Ratusan Warga Trowulan: Tolak Pabrik Baja Hingga Pusat
surya/faiq nuraiani
Ratusan warga Trowulan turun jalan

Laporan Wartawan Surya,Faiq Nuraini  

TRIBUNJATIM.COM,MOJOKERTO - Tidak hanya cemasnya pencemaran akibat keberadaan pabrik baja yang sudah mulai didirikan.

Lebih dari itu, wilayah Trowulan adalah wilayah cagar budaya yang tak bisa seenaknya menjadi lahan industri.

Warga Jatisumber, Kecamatan Trowulan, sampai kapan pun menolak pendirian pabrik peleburan baja itu berdiri.

Meski informasinya, PT Manunggal Sentral Baja (MSB) saat ini sudah mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB).

"Kami tak peduli saat ini pendirian pabrik baja sudah mengantongi IMB. Ini wilayah cagar budaya. Belum lagi pencemarannya nanti. Kami warga Jatisumber tak pernah diajak komunikasi atas rencana pendirian pabrik baja itu," kata Eko Prasetyo, koordinator warga.

Warga di Trowulan ini paham bahwa wilayah yang didirikan masuk wilayah cagar budaya.

Artinya semua terkait dengan pelestatian peninggalan budaya.

Sebagaiamana ditetapkan otoritas Trowulan, luasan wilayah cagar budaya Mojopahit seluas 9 x 11 KM.

"Kami juga mendapat informasi saat pengeboran dan penggalian tanah di lahan pabrik baja itu ditemukan cairan merah. Ini ada kaitannya dengan batu bata peninggalan Mojopahit. Dimana pemerintah kalau begini," kata warga.

Warga akan terus menolak keberadaan pabrik baja itu hingga pusat. Dalam waktu dekat juga akan mendesak DPRD Kabupaten Mojokerto menyikapinya.

Sampai kapan pun, warga tetap menolak. Mereka siap berjuang hingga ke pemerintah pusat karena menyangkut cagar budaya.

Pihak pabrik baja belum bisa dikonfirmasi atas penolakan warga ini.

Namun Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto Ketut Ambara menjelaskan bahwa tak ada yang salah dengan pendirian pabrik baja itu. Ijin sudah dipenuhi.

"Kami tak sembrono. Kami juga sudah mendapat justifikasi dan kepastian dari BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakal) bahwa lokasi pabrik tak masuk daerah Cagar Budaya," kata Ketut.

Pabrik sendiri terletak di Desa Jatipasar dan berbatasan dengan Desa Watesumpak.

Jatisumber masuk Desa Watesumpak. Wilayah Jatipasar itu tak masuk lingkaran cagar budaya.

Selain itu, sebelum pabrik baju mau berdiri ini sudah ada industri lain berdiri di Jatipasar.

Ketut menegaskan, tak ada yang dilanggar.

"Faktor apa penolakan warga, kami belum bisa memastikan. Wong di Jatipasar nya saja tak masalah kok," kata Ketut.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
149934 articles 55 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas