Senin, 22 Desember 2014
Tribun Jatim
Home » Jatim

Mamin Impor dari China di Batu, Tak Kantongi Label Halal MUI

Senin, 29 Juli 2013 16:34 WIB

Mamin Impor dari China di Batu, Tak Kantongi Label Halal MUI
Surya/Iksan Fauzi
Salah satu tim gabungan memeriksa mamin di swalayan

Laporan Wartawan Surya, Iksan fauzi

TRIBUNJATIM.COM,BATU - Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagang (Diskoperindag) Kota Batu melanjutkan inspeksi mendadak (sidak) terkait makanan berbahaya jelang lebaran.

Kali ini, mereka menyidak swalayan Hypermart di Lippo Plaza Batu, Senin (29/7/2013).

Sekitar pukul 10.00, mereka bergerak ke Lippo Plaza. Di sana, anggota tim lebih dulu melihat makanan dan minuman (mamin) di dalam parcel lebaran.

Dari sidak parcel ini, tidak ada persoalan. Tim menilai, mamin yang ada di parcel aman dikonsumsi.

Namun, tim baru menemukan banyak produk impor serta tidak mengantongi label halal dari majelis Ulama Indonesia (MUI) saat memeriksa beberapa mamin di hyermart. Mamin tersebut sebagian besar bertuliskan China.

Salah satu anggota tim gabungan, Kepala Seksi Farmasi Mamin dan Alat Kesehatan Dinkes Kota Batu, Eny Musfirotun menyebutkan, dari temuan ada kaleng penyok. Ini membahayakan karena isinya bisa terkontaminasi.

Ada juga temuan produk berlabel halal tapi tidak disertai label MUI. Itu semua produk impor dari China. Di beberapa kemasan memang ada yang berbahasa Indonesia, hanya saja berupa tempelan kertas.

Sebagian besar priduknya berupa coklat, kue kering, dan bahan minuman ringan celup.

“Tidak ada label MUI ditengarai produsen melabeli sendiri. Secara resmi tidak boleh. Diduga ada pemalsuan label halal dan biasanya barang yang dikirim lewat pelabuhan 'tikus' (tidak resmi). Kalau melalui bea cukai, Disperindag Provinsi, BPOM, bahasa di kemasan berbahasa Indonesia dan tidak ada lagi tempelan,” ujarnya.

Produsen bisa mendapatkan label halal itu melalui prosedur menyampaikan kepada MUI kabupaten/kota, lalu didiajukan ke MUI Provinsi.

Dari MUI Provinsi dikembalikan ke MUI kabupaten/kota untuk koordinasi dengan Dinkes.

“Dari makanan itu tidak ada, berarti makanan itu tidak resmi,” ujarnya.
 
Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Batu, Bambang Suyono menyatakan, pihaknya akan mengundang pengelola Hypermart dan toko-toko yang kedapatan menjual mamin yang tidak layak untuk dibina.

“Memang selama ini pembinaannya kurang masif,” katanya sembari menunjukkan contoh barang berlabel halal dari MUI yang benar.  
 
Departement Manager Hypermart Lippo Plaza Batu, Meidy Wiriyoko mengaku, tidak tahu menahu tentang mamin tersebut. Pihaknya hanya melihat komposisi kandungan mamin dan label halalnya saja.

“Kalau ada label halalnya, ya sudah kami masukkan (dijual). Kalau tidak tahu kalau harus ada label MUI, nanti kami tindaklanjuti ke Dinkes,” paparnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas