TribunJatim/

17 TKI Ilegal Asal Kepulauan Sumenep Madura Dideportasi dari Malaysia

Pemulangan TKI Ilegal tersebut dilakukan secara bertahap, sejak tanggal tanggal 9 Januari sebanyak 3 orang, tanggal 15 Januari 9 orang, dan tanggal 22

17 TKI Ilegal Asal Kepulauan Sumenep Madura Dideportasi dari Malaysia
kompas.com
Ilustrasi TKI 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Belasan TKI asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus di deportasi dari malaysia.

Sebanyak 17 TKI asal Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura yang mengadu nasib ke negeri Jiran Malaysia dipulangkan secara paksa oleh Pemerintah Malaysia telah telah tiba di Sumenep dan selanjutnya dipulangkan ke tempat asalnya di kepulauan Sumenep.

Pemulangan TKI Ilegal tersebut dilakukan secara bertahap, sejak tanggal tanggal 9 Januari sebanyak 3 orang, tanggal 15 Januari 9 orang, dan tanggal 22 Januari 2017 sebanyak 5 orang.

"Mereka semuanya dipulangkan dari Malaysia karena tidak mengantongi izin tinggal dan bekerja di Malaysia," ujar Moh Fadhilah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Senin (30/1/2017).

Dikatakan, selain 17 TKI ilegal asal kepulauan itu, dikabarkan masih banyak TKI asal Sumenep yang juga tersandung masalah kelengkapan dokumen di kepulauan. Namun saat ini mereka masih menjalani hukuman di penjara Malaysia. Sehingga bilamana mereka telah selesai menjalani hukuman di penjara Malaysia, akan kembali dideportasi ke Indonesia.

" Sebagian TKI ilegal yang telah dipulangkan ke Sumenep, mereka mengaku kalau masih banyak teman-temannya di Malaysia yang akan segera dideportasi karena juga tidak memiliki dokumen resmi," jelasnya.

Ditambahkan, sebagai pemerintah, pihaknya berharap setiap warga masyarakat yang akan menjadi TKI untuk dapat mengurus dokumen resmi, sehingga dapat dengan tenang bekerja di Malaysia, tanpa takut dipulangkan paksa oleh pemerintah Malaysia.

"Kami juga akan membantu proses pembuatan dokumen resmi untuk bekerja di Malaysia," sambungnya. (Mohammad Rifai)

Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help