TribunJatim/

Warga Bojonegoro Diminta Antisipasi Banjir Bengawan Solo

"Kondisi ini harus diantisipasi baik oleh pemerintah setempat maupun masyarakat ekitar,” ungkapnya melalui rilis yang dikirim Kepada TribunJatim.com (

Warga Bojonegoro Diminta Antisipasi Banjir Bengawan Solo
dokumen surya
Banjir luapan Sungai Bengawan Solo 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tingginya intens hujan belakangan ini membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo terus meningkat.

Hingga hari ini, Kamis (02/02) pukul 05.00 WIB, Pos Pantau Jurug (Hulu Jateng) mencatat TMA Bengawan Solo pada posisi Siaga Merah. Sedangkan pukul 07.00 WIB, Pos Pantau Sekayu (Hulu Ponorogo-Jatim) juga pada posisi Siaga Merah.

Apabila kondisi ini terus meningkat, diperkirakan Sabtu (04/02) besok, kenaikan TMA ini mulai masuk wilayah Bojonegoro. Untuk itu, warga Bojonegoro yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo, untuk selalu waspada dan mengantisipasi akan kemungkinan terjadinya banjir.

Pesan ini disampaikan Benny Sampirwanto, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim yang menerima laporan langsung dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim, Sudarmawan.

Benny mengatakan, BPBD Prov. Jatim memperkirakan tinggi muka air Bengawan Solo di Pos Pantau TBS Bojonegoro dapat mencapai Siaga Kuning (14.00 mdpl) bahkan lebih apabila terjadi hujan lokal dengan intensitas deras selama dua hari kedepan.

"Kondisi ini harus diantisipasi baik oleh pemerintah setempat maupun masyarakat ekitar,” ungkapnya melalui rilis yang dikirim Kepada TribunJatim.com (Tribunnews Network).

Antisipasi ini, lanjut Benny, bisa dilakukah dengan berbagai langkah. Pertama, perangkat desa dalam hal ini Camat, untuk segera menginformasikan kepada masyarakat terkait kenaikan signifikan TMA Bengawan Solo ini.

Kedua, mempersiapkan lokasi pengungsian dan dapur komunitas. Ketiga, mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat dan pemerintah desa dalam penanganan bencana banjir yang mungkin terjadi.

“Selain ketiga hal itu, perangkat desa harus segera mengecek dan menginventarisir kerusakan sarana prasarana pengendali banjir seperti tanggul, check damp dan pintu air, serta segera berkoordinasi dengan SKPD yang membidangi,” ungkapnya.

Sesuai laporan BPBD Prov. Jatim, beberapa daerah bantaran Sungai Bengawan Solo yang diminta mengantisipasi siaga banjir meliputi Kecamatan Bojonegoro (Ledok Wetan, Mulyoagung, Klangon, Jetak, Ledok Kulon, Kalirejo, Semanding, Banjarejo, Kauman), Kecamatan Kalitidu (Mojo), Kecamatan Dander (Ngablak), Kecamatan Trucuk (Sranak), Kecamatan Kapas (Bogo, Sambiroto), Kecamatan Balen (Sekaran, Sarirejo, Kedungdowo, Kedungbondo, Mulyoagung, Mulyorejo, Pilanggede, Lengkong dan Prambatan).

Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help