TribunJatim/
Home »

Jatim

Pelajar Ini Tewas Tabrak Portal di Jembatan Karanggeneng Lamongan

"Jadi saat nabrak portal itu sejatinya lampunya sudah mati," kata Fahmi kepada TribunJatim.com .

Pelajar Ini Tewas Tabrak Portal di Jembatan Karanggeneng Lamongan
TribunJatim/Hanif manshuri
Kondisi korban saat dirawat sebelum akhirnya meninggal dan sepada motor korban, Selasa (14/2/2017) 

Laporan Kontributor Surya, Hanif Mashuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Portal yang baru saja dipasang di ujung Jembatan Karanggeneng kini menelan korban jiwa.

Seorang pelajar, Yunus Kalvin (16) siswa kelas XII Aliyah Simo Karanggeneng tewas setelah sepeda motor yang kendarainya menabrak portal besi di ujung jembatan, Selasa malam (14/2/2017).

Pelajar asal Desa Sumberwudi RT 03 RW 01, Karanggeneng tewas seketika dengan kondisi luka di bagian kepala hingga mengucurkan darah segar yang keluar dari telinga dan hidung. Sementara di bagian jidad juga luka parah.

Saksi mata, Fahmi menuturkan, sebelum kejadian korban yang mengendarai bersepeda Honda Supra X melaju dari utara ke selatan.

Tanpa menyadari kalau sepeda motor yang dikendarai itu dalam perjalanan lampu depan mati.

"Jadi saat nabrak portal itu sejatinya lampunya sudah mati," kata Fahmi kepada TribunJatim.com .

Tiba - tiba saja korban menabrak portal besi yang dipasang sejak ada kerusakan di badan jalan jembatan.

Korban terpental hingga beberapa meter dan lepas dari sepeda motornya.

Jika dilihat lukanya, kepala korban dipastikan terbentur portal besi.
Nyawa korban tidak tertolong setelah beberapa saat dirawat intensif di Puskesmas.

Sore ini jasad korban baru dimakamkan karena menunggu kedatangan orang tuanya yang bekerja di Malaysia.

Diberitakan kepada TribunJatim.com sebelumnya, Pemkab Lamongan bergerak cepat dalam menyelamatkan jembatan Karanggeneng dari ancaman kerusakan yang semakin parah, dengan memasang portal disisi sebelah selatan dan utara jembatan, sejak Jum'at (10/2/2017).

Dengan dipasangnya portal ini, maka jenis kendaraan besar truk, bus dan sejenisnya yang bertonase belasan dan puluhan ton tidak bisa melewati jembatan yang membentang diatas sungai Bengawan Solo ini.

Namun kendaraan dibawa tonase 3,5 ton, sejenis kendaraan L300 dan kendaraan pribadi masih bisa melewati jembatan yang menghubungkan ke wilayah Pantura Kecamatan Paciran tersebut.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help