TribunJatim/

Ribuan Botol Peningkat Libido Dimusnahkan, Emane Rek . . .

Dari ribuan jamu dan obat yang dimusnahkan, Selasa (21/2/2017), banyak diantaranya adalah jamu kuat alias peningkat libido.

Ribuan Botol Peningkat Libido Dimusnahkan, Emane Rek . . .
SURYA/SUTONO
Petugas Polres Jombang memperlihatkan botol jamu ilegal sebelum dimusnahkan, Selasa (21/2/2017). 

Kontributor Surya, Sutono

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Polres Jombang memusnahkan 5.285 botol jamu dan obat jenis minyak palsu, di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Jombang Kota, Selasa (21/2/2017).

Dari ribuan jamu dan obat yang dimusnahkan, banyak diantaranya adalah jamu kuat alias peningkat libido. 

Rinciannya, 3.270 botol jamu produksi UD Sampurna, 2.015 botol jamu Putri Sakti, 296 Botol Kosong, 42 dus minyak gosok ukuran 20 ml, dan 24 dus minyak angin Kapak ukuran 14 mililiter.

Lalu 32 dus minyak angin Cap Kapak 10 mililiter, 20 dus minyak angin Kapak 5 militer, 8 jirigen minyak goreng ukuran 5 liter, 7 liter minyak angin Cap Kapak.

Kemudian, 1 karung karton minyak Kapak, 5 karung bungkus minyak tawon, 3 karung karton luar pembungkus minyak tawon, 1 karung tutup botol minyak tawon dan minyak kapak, serta 17 karung botol kosong. Ribuan botol jamu, obat serta minyak tersebut palsu.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, ribuan jamu dan obat itu dimusnahkan karena palsu dan tidak memiliki izin edar.

"Jamu dan obat palsu tersebut kita sita dari tiga pelaku kejahatan," ujarnya, Selasa (21/2/2017).

Untuk menghancurkan ribuan botol jamu dan minyak obat tersebut, polisi menggunakan alat berat 'backhoe'.

Selain digilas dengan roda alat berat, botol-botol itu juga dilemparkan ke bagian alat berat oleh petugas hingga pecah dan isinya berhamburan.

Tak urung, pemusnahan menjadi tontonan para pekerja dan warga yang ada di lokasi TPA.

"Emane Rek . . ., obat kuat peningkat libido kok dimusnahkan," seloroh seorang pekerja.

Wahyu Norman Hidayat menghimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi obat-obat dengan harga di bawah pasar, dan jamu yang tidak memiliki izin edar.

“Jangan dikonsumsi, karena palsu. Kami imbau jika ada yang menemukan produk seperti yang kita musnahkan, jangan dikonsumsi. Sebab itu palsu dan sangat membahayakan,” tegasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help