TribunJatim/

Pulau Tabuhan Banyuwangi akan Seperti di Maladewa, Ini Konsep yang Ditawarkan

Pemkab Banyuwangi akan mulai melakukan penataan secara lebih terpadu di Pulau Tabuhan, sebuah pulau kecil tak berpenghuni di kabupaten tersebut.

Pulau Tabuhan Banyuwangi akan Seperti di Maladewa, Ini Konsep yang Ditawarkan
TribunJatim/Haorrahman
Pulau Tabuhan di Kabupaten Banyuwangi 

”Appraisal-nya melibatkan tim aset daerah, penghitungannya sesuai aturan, dan pasti kita konsultasikan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” papar mantan Ketua Umum IPNU Pusat kepada TribunJatim.com.

Investor juga diwajibkan memberdayakan masyarakat Banyuwangi. Sebelum dinyatakan berhak mengelola pulau indah itu, mereka diwajibkan mencari tenaga kerja lokal.

”Silakan kami punya SMK dan Politeknik jurusan pariwisata dan perhotelan. Pilih yang terbaik dari sisi bahasa, manajemen, dan ilmu teknisnya. Selain itu, nanti bisa menyerap produk UMKM, seperti furnitur, sabun, alat masak, tusuk gigi, dan sebagainya,” kata mantan anggota DPR RI tersebut.

Dengan demikian, terdapat banyak manfaat, mulai pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja, menambah PAD untuk pembangunan daerah, hingga meningkatkan kunjungan turis yang pasti ikut menggerakkan ekonomi lokal.

”Sudah ada beberapa investor tertarik, di antaranya dari Singapura. Ada juga dari lokal. Kami ingin membuka seluas mungkin, seperti ke perusahaan macam Ancol, BUMN Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Grup Alila atau siapapun. Nanti ada beauty contest, siapa yang paling tepat akan kita pilih,” ujarnya.

Pulau Tabuhan adalah pulau kecil tidak berpenghuni di wilayah utara Banyuwangi. Untuk menyeberang, dibutuhkan waktu 20 menit menggunakan kapal wisata yang disediakan warga.
Wisatawan bisa menikmati pemandangan menawan gradasi warna laut mulai hijau, biru muda, sampai biru tua.

Biota lautnya menawan. Pemandangan indah itu bisa dinikmati hanya dengan kedalaman 50 sentimeter, sangat memanjakan wisatawan yang gemar snorkeling dan diving. Pulau ini juga jadi favorit penggemar olahraga air seperti selancar layang dan selancar angin.

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help