38 Penerbang Tempur Direndam di Dinginnya Air Telaga Sarangan

Sebanyak 38 penerbang tempur Lanud Iswahjudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan selama dua hari menjalani pelatihan survival (bertahan hidup) dasa

38 Penerbang Tempur Direndam di Dinginnya Air Telaga Sarangan
TribunJatim/Doni Prasetyo
Puluhan penerbang tempur Lanud Iswahjudi, Maospati, Kabupaten Magetan terlihat kelelahan setelah keluar dari air dingin Telaga Pasir, Sarangan, Plaosan, Kabupaten Magetan sebagai peserta pelatihan Survival Dasar 2017, Sabtu (25/2/2017) 

Laporan Kontributor Surya, Doni Prasetyo

 

TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Sebanyak 38 penerbang tempur Lanud Iswahjudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan selama dua hari menjalani pelatihan survival (bertahan hidup) dasar di sejumlah lokasi.

Gunung Lawu dan berakhir dengan diremdam di dalam air Telaga Pasir, Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Sabtu (25/2-2017).

Pelatihan terakhir di rendam di Telaga Pasir, Sarangan cukup menyita tenaga.

Selain dituntut piawai berenang, pasukan tempur pemula yang rata-rata berpangkat Letnan Dua (Letda), dan Letnan Satu (Lettu) dan seorang mayor penerbang yang baru lulus sebagai pilot tempur F16 yaitu Mayor Pnb Luluk.

Menurut Komandan Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Andyawan, latihan Survival Dasar ini merupakan agenda di tahun 2017, bagi penerbang tempur, tehnisi pesawat dan pasukan pendukung dari Pasukan Khas (Paskhas) setempat.

"Ini merupakan latihan dasar dan masih ada kelanjutannya. Latihan Survival Dasar ini untuk melatih awak pesawat apabila dalam misi operasi terjadi sesuatu, dia harus bisa bertahan hidup baik di air maupun di darat," kata jenderal bintang satu ini Kepada TribunJatim.com, seusai menutup latihan Survival Dasar, di Sarangan, Sabtu (25/2-2017).

Latihan ini, lanjut Marsma Andyawan, masih akan berlanjut dengan latihan Survival Tempur di Makasar yang akan dilaksanakan bulan Maret 2017 mendatang dan akan melibatkan banyak penerbang tempur dan tehnisi pesawat tempur.

"Ini mayoritas berpangkat Letnan Dua (Letda) dan Letnan Satu (Lettu). Ada seorang berpangkat Mayor yang baru lulus sebagai pilot tempur F16, yaitu Mayor Pnb Luluk," jelas Jenderal Udara yang murah senyum ini Kepada TribunJatim.com.

Seluruh peserta, tambah Marsma Andyawan, sebanyak 50 orang, mayoritas memang penerbang tempur, sisanya tehnisi pesawat tempur, yang biasa ikut terlibat dalam misi operasi.

"Penerbang tempur ada 38 pilot, sisanya tehnisi pesawat tempur. Mereka semua (pilot dan tehnisi) awak pesawat yang terlibat dalam operasi tempur. Pelatihan ini sangat berguna, kalau kalau, ada terjadi hal tidak diinginkan, mereka bisa bertahan hidup," kata Marsma Andyawan.

Latihan survival dasar ini selain melibatkan penerbang tempur, tehnisi pesawat tempur, juga di back-up Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU. Perendaman 50 awak pesawat tempur didalam air Telaga Pasir, Sarangan itu mengundang perhatian wisatawan yang berkunjung ke Kaki Gunung Lawu.

Dalam pelatihan survival dasar itu, hampir terjadi insiden, dua pelatih yang mengawasi, tiba tiba terlihat menjebur ke telaga dan berenang mengejar seorang peserta. Karuan saja, seluruh barang bawaan instruktur itu basah, tak juga Handy Talky (HT) dan dompet.

Survival dasar ini, relatif lancar. Setelah peserta berjalan naik turun gunung sejauh kurang lebih 38 kilometer, dan mengakhiri dengan merendamkan diri ke air dingin Telaga Pasir Sarangan, kemudian setelah berendam kurang lebih satu setengah jam, peserta.diberi aba aba untuk berenang ke tepian.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help