TribunJatim/

Niatnya Razia Anggota, yang Didapat Malah Purel Belia

Ops Gaktib Citra Wira Clurit 2017 dengan sasaran anggota TNI/Polri yang berkunjung ke tempat hiburan malam, ternyata malah menemukan 8 purel belia.

Niatnya Razia Anggota, yang Didapat Malah Purel Belia
SURYA/DONI PRASETYO
Tim Operasi Wira Clurit 2017 tidak menemukan anggota TNI/Polri di tempat hiburan malam. Mereka malah menemukan delapan Pemandu Lagu (Purel) di bawah umur dari sejumlah rumah karaoke di wilayah Kabupaten Magetan, Minggu (26/2/2017) malam. 

Laporan Kontributor Surya, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Operasi Penegakan dan Ketertiban (Ops Gaktib) Citra Wira Clurit 2017 dengan sasaran anggota TNI/Polri yang berkunjung ke tempat hiburan malam, ternyata hanya menemukan delapan pemandu lagu (Purel) yang usianya di bawah umur.

Delapan purel cantik yang masih belia itu berasal dari Jawa Barat itu ditemukan di tempat karaoke di wilayah Magetan, seperti Karaoke Kiss, Netral dan Hay Cafe.

Oleh petugas gabungan Gaktib, mereka diserahkan ke Satpol PP untuk didata dan diserahkan ke Dinas Sosial.

Operasi Gaktib TNI/Polri bersandi Waspada Wira Clurit ini digelar Sabtu (25/2-2017) pukul 21.40 sampai 24.20 WIB. Tim menyisir sejumlah rumah hiburan malam dan warung remang remang Pasar Sayur yang selama ini dijadikan ajang transaksi prostitusi.

Sasaran pertama, rumah karaoke Duta milik pengusaha sekaligus ketua partai, yang berada di jalan Sarangan, kemudian memutar ke arah Ring Road Kecamatan Panekan di rumah karaoke Netral yang.informasinya diambil alih salah satu juragan toto gelap (togel) Magetan, dilanjut ke Kiss Karaoke milik pengusaha hiburan malam dari Bojonegoro, diteruskan ke Hay Cafe di Timur kota Magetan dan berakhir di puluhan warung remang remang (prostitusi) Pasar Sayur.

Hasilnya, tim gabungan malah menemukan delapan perempuan bawah umur yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu di sejumlah rumah karaoke. 

Kepala Satpol PP Kabupaten Magetan Agung Lewis mengatakan, pihaknya menerima limpahan delapan purel dari tim Operasi Gaktib TNI/Polri bersandi Waspada Wira Clurit.

"Semuanya setelah kami data, kami tahan KTP nya, mereka kami kembalikan ke tempatnya dipekerjakan. Senin (27/2/2017) besok mereka kami undang kembali ke Satpol PP," ujarnya, Minggu (26/2/2017).

Dari delapan perempuan penghibur yang diserahkan tim gabungan itu, sesuai KTP baru berusia antara 17 - 18 tahun dan seorang berusia 19 tahun.

"Terkait sanksinya apa, nanti sesuai hasil pemeriksaan. Kita juga akan koordinasi dengan Dinas Sosial," tegas Agung Lewis.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help