TribunJatim/

Warga Menjerit, Harga 10 Biji Cabai Setara 1 kilogram Beras

Tiga bulan lebih harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) terus melonjak naik. Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat di wilayah Kabupaten Mag

Warga Menjerit, Harga 10 Biji Cabai Setara 1 kilogram Beras
TribunJatim/Doni Prasetyo
Warga masyarakat dipelosok Kabupaten Magetan merasa semakin terjepit, harga sembilan bahan pokok (sembako) terus melambung, sedang kondisi perekonomian mereka semakin sulit. 

Laporan Wartawan Surya, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tiga bulan lebih harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) terus melonjak naik. Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Pasalnya, tidak sebanding dengan kondisi perekonomian warga masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Magetan yang merasa kesulitan mencari nafkah akhir akhir ini.

"Cabai 10 biji harga Rp 4000, atau Rp 400 per biji. Kita sekarang pakai cabai kering, yang kualitasnya sangat rendah dengan harga setengah cabai segar," kata Mbok Tukini, buruh tani warga Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan Kepada TribunJatim.com , Selasa (28/2-2017).

Menurut Mbok Tukini, tidak hanya cabai yang harganya melejit, tapi beras, minyak goreng dan kebutuhan sehari hari lainnya juga terus melonjak naik. Padahal, upak kerja kami sebagai buruh tani tidak pernah ada kenaikan.

"Sekarang ini kondisi warga masyarakat pinggiran yang kerja buruh tani semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagaimana tidak, cabai saja harganya hampir sama dengan satu kilogram beras," katanya.

Menurut Mbok Tukini, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari hari, terpaksa masak dengan lauk sesederhana mungkin, yang terpenting ada sayur dan kerupuk.

"Tidak mikir sudah memenuhi gizi atau tidak, yang terpenting bagi anak anak dan bapaknya kenyang. Masalah sudah memenuhi gizi atau tidak, urusan belakang. Yang lebih penting lagi bisa tercukupi hingga 30 hari setiap bulannya," jelas Mbok Tukini.

Sementara Agus, salah satu pedagang etek (sayur keliling), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo mengatakan, untuk kebutuhan sembako setiap hari tidak ada kesulitan. Semua kebutuhan sembako melimpah di pasaran, termasuk cabai, beras, minyak goreng dan lauk daging dan ikan.

"Sembako, daging dan ikan keberadaannya melimpah di pasaran. Tapi harganya yang hampir setiap hari naik. Sampai saya bingung menjualnya. Segan sama pembeli saya yang umumnya warga pinggiran," kata Agus kepada TribunJatim.com , Selasa (28/2-2017).

Untuk tetap bisa melayani pembelinya di wilayah pelosok pedesaan di Kabupaten Magetan, Agus menyiasati dengan menjual lebih banyak sayur mayur, kalau pun menjual cabai, lebih banyak menjual cabai kering.

"Kalau pun jual minyak goreng, saya bawa minyak goreng curah, harganya relatif agak murah. Cabai juga begitu, saya bawa lima kantong cabai kering, satu kantong cabai segar. Tapi saat ini lebih banyak bawa sayur mayur, yang harganya belum naik tinggi," pungkas Agus.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help