TribunJatim/

Kisah Sukses Mantan Kurir Narkoba yang Bisnis Jual Bakso Hitam

Seorang mantan kurir narkoba ternyata sukses berbisnis jualan bakso hitam.

Kisah Sukses Mantan Kurir Narkoba yang Bisnis Jual Bakso Hitam
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
Seorang mantan kurir narkoba Sigit Prihanto membawa semangkuk bakso hitam ketika ditemui di tempat berjualannya Jalan Pandegiling Nomor 224, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/2/2017) 

Laporan Wartawan Surya, Pipit Maulidiya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Masa lalu adalah masa lalu, ia bak cermin untuk mengukur sudahkah kita berubah menjadi lebih baik. Begitulah rangkuman kalimat yang seakan ingin disampaikan Sigit Prihanto, melalui raut wajahnya, Selasa (28/2/2017).

Pria kelahiran Salatiga, 21 Juni 1978 ini berkisah jika pernah menjalani hidup yang cukup rumit belasan tahun silam. Saat masih duduk di bangku SMP kelas 2, Sigit adalah salah satu dari anak bangsa yang terjun menjadi kurir narkoba.

"Kekurangan ekonomi. Saat itu papa dan mama saya bercerai, mama kembali ke Surabaya sedang papa tetap di Salatiga. Saya harus cari uang sendiri, jual koran, roti, dan terpaksa jadi kurir itu," katanya mulai berkisah.

Bukan sembarang kurir, Sigit mengaku sering membawa narkoba dalam jumlah besar. Dan barang haram itu harus di antar ke beberapa tempat yang berbeda sekaligus.

Menjadi kurir narkoba, Sigit tak bisa mencegah penasarannya untuk mencoba.

"Sampai mabuk parah. Aduh, jadi teringat yang dulu gimana parahnya saya. Tapi saya bangkit, coba bisnis ini. Dulu belajar sama teman di Palu, namanya mas Parno. Dia jualan bakso juga. Darinya saya belajar bisnis, enterpreneur, berhitung, sampai membuat adonan," katanya semangat.

Perjalanan itu tak begitu saja mudah.

Usai belajar, Sigit tak bisa menikmati hasilnya karena masih punya kebiasaan buruk, minum-minuman keras.

Tekatnya ingin berubah dan mengasuh sang ibu, membuatnya yakin pindah ke Surabaya.

Halaman
123
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help