TribunJatim/

Tergerus Arus Air, Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Magetan Putus

Jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Nguntoronadi dan Takeran, Kabupaten Magetan , Jawa Timur terputus.

Tergerus  Arus Air, Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Magetan Putus
TribunJatim/Doni Prasetyo
Jembatan penghubung Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, dan Desa Kiringan, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan putus karena pondasi penyangga jembatan tergerus arus air sungai yang meluap akibat hujan deras, Rabu (1/3-2017) dini hari. 

 Laporan Kontributor Surya, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Nguntoronadi dan Takeran, Kabupaten Magetan , Jawa Timur terputus.

Putusnya jembatan itu karena pondasi penyangga badan jembatan roboh tergerus arus air sungai yang meluap karena hujan deras, Rabu (1/3/2017) dini hari.

Akibat putusnya jembatan itu, warga masyarakat di dua wilayah kecamatan itu yang akan menuju ke Kecamatan Takeran dari Kecamatan Nguntoronadi atau sebaliknya, harus memutar lebih kurang lima kilometer.

Warga di dua kecamatan itu memohon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan segera membangun jembatan itu. Minimal diperbaiki agar jembatan itu bisa di fungsikan kembali agar warga di dua wilayah kecamatan itu bisa menggunakan kembali, agar tidak memutar jauh.

"Jembatan Gayam ini dibangun sekitar tahun 1990 an, sekitar 20 tahun. Jembatan putus, pondasi roboh dan talud longsor karena tidak kuat menahan arus air sungai Bengawan Madiun yang meluap karena hujan deras yang turun semalam (Rabu 1/3-2017) dini hari," kata Basuki warga Desa Kiringan, Kecamatan Takeran, Kabupaten MagetanKepada TribunJatim.com, Rabu (1/3/2017).

Jembatan ini, tambah Basuki, menjadi penunjang perekonomian warga di dua kecamatan, termasuk warga di kecamatan Madiun.

Baca: Awas, Jalur Utama di Ngebel Ponorogo Putus Terkena Longsor

Putusnya jembatan Gayam ini, warga merasa usahanya mencari nafkah jadi terkendala dan mengurangi penghasilannya.

"Saya ini pedagang di pasar di Kecamatan Nguntoronadi. Karena tidak tahu kalau jembatan putus, saya harus keluar masuk kampung mencari jalan dari Takeran menuju Nguntoronadi. Akibatnya sampai ke tempat usaha sudah kesiangan. Pasti penghasilan berkurang Mas," jelasnya.

Kepala Desa Kiringan, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan Lamiran, sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Kabupaten Magetan agar secepatnya Jembatan Gayam yang putus itu dibangun kembali.

"Ya Paling tidak bisa di fungsikan untuk bisa dilewati kendaraan roda dua. Karena warga banyak yang usaha dan sekolah menggunakan kendaraan roda dua. DPU Magetan kelihatan menyanggupi dan minta waktu sepekan. Ini terkendala hujan," kata Kades Lamiran Kepada TribunJatim.com ditemui di Jembatan Gayam, Rabu (1/3/2017).

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Magetan Ir Mochtar Wachid segera akan memperbaiki, agar bisa dilalui kendaraan roda dua sambil menunggu anggaran yang diajukan turun.

"Sebenarnya, Jembatan Gayam ini sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta. Belum lagi anggaran dilaksanakan, jembatan sudah ambrol pondasinya. Kalau ditambah dengan kerusakan pondasi akibat gerusan air, minimal untuk membangun ulang membutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp 500 juta," kata Mochtar.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help