TribunJatim/

10 Pesawat Tempur Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi Mangkrak

Setahun lebih keberadaan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan seperti tanpa aktivitas.

10 Pesawat Tempur Skadron Udara 14  Lanud Iswahjudi Mangkrak
TribunJatim/Doni Prasetyo
Kepala.Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengunjungi Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan yang lebih setahun skadron udara ini tidak aktif, karena 10 unit pesawat F5 Tiger di skadron itu habis masa berlakunya. 

Laporan Wartawan Surya, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Setahun lebih keberadaan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan seperti tanpa aktivitas.

Pasalnya sebanyak 10 unit pesawat tempur jenis F5 Tiger yang dipunyai sudah habis masa berlakunya, sehingga praktis selama itu skadron tempur ini tidak terbang dan melakukan kegiatan kedirgantaraan.

"Sudah lebih setahun ini, prajurit saya di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi tidak terbang dan melakukan kegiatan. Tapi mudah mudahan dalam waktu dekat ini, kita sudah mendapatkan pengganti pesawat F5 Tiger, tentunya.dengan spesifikasi lebih tinggi," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Kepada TribunJatim.com , saat melihat kondisi Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan, Jumat (3/3-2017).

Pesawat tempur F-5A/B Freedom Fighter dan F-5E/F Tiger II, bagian dari keluarga pesawat tempur supersonik ringan yang dirancang dan diproduksi Northrop, di Amerika Serikat, sejak tahun 1960-an.

Ratusan pesawat tempur ini masih dipakai prajurit angkatan udara di berbagai negara di dunia sampai abad ke-21, dan pesawat ini juga menjadi dasar untuk pengembangan beberapa pesawat tempur diatasnya. Produksi pesawat tempur F-5A dan F-5E ini berakhir tahun 1972 dan 1987.

Karena itu di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi yang mengawaki pesawat tempur F5 Tiger itu sejak tahun 2015 lalu diperintahkan mengistirahatkan pesawat tempur yang tinggal 10 unit itu. Sehingga di skadron itu tidak ada aktifitas penerbangan dan kegiatan.

Dikatakan Marsekal Hadi Tjahjanto, TNI AU berencana memodifikasi (upgrade) pesawat latih super sonik T50 Golden Eagle buatan Amerika dan Korea itu agar bisa dipersenjatai dan dipakai operasi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"TNI AU ada rencana mengupgrade pesawat T50 Golden Eagle yang masih banyak kekurangan agar bisa dipersenjatai dan bisa digunakan untuk patroli di wilayah Papuan,"jelas Marsekal Hadi.

Pesawat super sonik T50 Golden Eagle yang merupakan pesawat latih (trainer) buatan Amerika - Korea, dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin, Amerika ini memproduksi beberapa varian pesawat tempur ringan, A50 atau T50 Lift.

Sekarang ini, lanjut Marsekal Hadi, pemerintah bersama TNI AU membahas pengadaan pesawat tempur baru dengan tehnologi terkini dan pembahasan sudah mengerucut sampai ke spesifikasi pesawat itu. Namun, meski sudah sejauh itu, belum menunjuk ke salah satu produk (merk) dari perusahaan tertentu.

"Paling tidak tehnologinya generasi 4,5 atau diatasnya. Karena Alat utama sistem senjata (alutsita) kita diakui atau tidak sudah banyak tertinggal. Jadi generasi 4,5 itu sudah merupakan pilihan kita dan sekarang tinggal pelaksanaan,"kata mantan Kadispen TNI AU ini.

Informasi dari Penerangan dan Perpustakaan (Pentak) Lanud Iswahjudi, dalam waktu dekat ini sejumlah pesawat tempur jenis F-16 Fighting Falcon dari Amerika Serikat.

Pesawat tempur berteknologi super canggih itu sedang dalam persiapan menuju ke Indonesia.

"Kemungkinan pertengahan bulan Maret 2017 ini pesawat F16 itu sudah disini. Sejumlah penerbang dari Lanud Iswahjudi sudah berangkat ke AS untuk mengambil pesawat itu," kata Pasi Penerangan dan Pasukan Pentak Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan Mayor Sus Tamsir TribunJatim.com, Jumat (3/3/2017).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help