TribunJatim/

CCTV Khusus nan Canggih Karya Mahasiswa ini Bisa Amankan Rumah Kosong

Upaya mencegah dan mengamankan rumah kosong disatroni maling terus dilakukan oleh kampus. Dengan cara memodifikasi CCTV untuk rumah kosong.

CCTV Khusus nan Canggih Karya Mahasiswa ini Bisa Amankan Rumah Kosong
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Mahasiswa Stikom Mohamad zulfi Widipratama menujukkan sistem pemantau keamanan menggunakan kamera dengan metode background sutraction, Minggu (5/3/2017). Alat yang diaplikasikan pada kamera cctv ini mampu mendeteksi gerakan dan mengikuti wajah manusia ketika terdeteksi serta memberikan peringatan yang dikirim melalui Modem GSM. 

Laporan Wartawan Surya, Sulvi Sofiana

TRIBNJATIM.COM, SURABAYA - Rumah yang ditinggal penghuninya tak jarang menjadi sasaran tindak kriminal.

Pasalnya Closed Circuit Television (CCTV) ternyata belum mampu mencegah terjadinya pencurian di rumah kosong.

Untuk itu mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya membuat sistem yang mengatur CCTV untuk mengambil foto wajah yang terdeteksi. Bahkan sistem tersebut dapat melaporkan tertangkapnya gerakan dan wajah oleh CCTV melalui pesan singkat pada handphone.

Dia adalah Mohamad Zulfi Widipratama yang membuat CCTV berfungsi maksimal. Sistem pemantau yang dapat memberikan informasi secara real time dan langsung pada user ketika terjadi gerakan yang mencurigakan.

“ Kamera yang dikontrol oleh motor, dimana pergerakan kamera akan mengikuti wajah manusia ketika terdeteksi,” ujar mahasiswa jurusan Sistem konputer ini kepada TribunJatim.com, Minggu (5/3/2017).

Alumni SMAN 1 Bangsal ini menjelaskan,  ketika terdeteksi hal mencurigakan, data hasil pendeteksian akan disimpan pada memory. Selanjutnya terdapat peringatan yang dikirimkan melalui Modem Global System for Mobile (GSM).

“Sistem dapat mengidentifikasikan gerakan manusia atau bukan manusia menggunakan metode background subtraction dengan tingkat keberhasilan 30 persen,” lanjutnya.

Untuk tingkat akurasi, ia juga memakai face detection dengan tingkat keberhasilan 70 persen dengan resolusi gambar 640*480. Karena sistem ini, kamera dibuat bisa bergerak bebas ketika mendeteksi wajah.

“Jarak terdeteksi wajah itu 5 meter, kalau gerakan 10 meter. Jadi saat ada manusia mendekati rumah akan terkirim pesan. Pemilik rumah bisa berkoordinasi dengan satpam untuk mengecek rumahnya,” terang Mohamad Zulfi Widipratama.

Untuk bisa memaksimalkan kerja kamera, menurutnya kamera CCTV harus memiliki resolusi tinggi. Minimal 5 mega pixel, sebab ia pernah mencoba memakai kamera VGA, wajah yang terekam akab sulit dikenali.

“Karya saya memang masih butuh penyempurnaan, karena hanya bisa mendeteksi dua wajah,” katanya.

Perlu adanya pengembangan program lebih lanjut agar tak sekedar mengirimkan pesan singkat, bahkan bisa dikembangkan dengan pengiriman hasil jepretan wajah pada CCTV.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help