Tersangka Baru Korupsi Pengadaan Seragam PNS Magetan Segera Ditetapkan

Tersangka baru kasus korupsi pengadaan seragam sepatu PNS di Pemkab Magetan akan segera ditetapkan oleh Kejari setempat.

Tersangka Baru Korupsi Pengadaan Seragam PNS Magetan Segera Ditetapkan
SURYA/DONI PRASETYO
Penyidik Kejari Magetan saat menggeledah kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) setempat, Rabu (8/3/2017). 

Laporan Kontributor Surya, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan akan segera menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan seragam sepatu PNS Pemkab setempat.

"Tersangkanya dari unsur pejabat Pemkab Magetan," ujar Kepala Kejari Magetan Siswanto, kepada TribunJatim.com, Kamis (9/3/2017).

Menurut Siswanto, munculnya tersangka yang harus bertanggungjawab tersebut, setelah tim penyidik berhasil mengumpulkan barang bukti dari penggeledahan di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) yang sebelumnya bernama kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), sehari sebelumnya.

Sejumlah jaksa Kejari Magetan sebelumnya juga berangkat ke Jakarta. Informasinya, untuk mendapatkan keterangan ahli dari emendagri, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),

"Keterangan tersebut untuk menguatkan temuan dari hasil penelitian, dan penyelidikan Kejari Magetan pada kasus pengadaan sepatu seragam PNS Pemkab Magetan," tegas mantan penyidik KPK ini.

Penyidik, kata Siswanto juga akan memeriksa kembali terpidana Yusuf Ashari, Ketua Asosiasi Perajin Kulit (Aspek) Magetan, yang sudah di pidana penjara empat tahun, setelah dinyatakan bersalah melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-Undang RI tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Yusuf juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider 3 bulan penjara, dan mengembalikan uang negara sebesar Rp 101 juta .

"Terpidana Yusuf Ashari akan kita periksa kembali, terkait dengan temuan dari hasil penelitian barang barang dari penggeledahan di BP4D Pemkab Magetan. Diharapkan, terpidana ini bisa lebih terbuka, siapa siapa yang berperan dalam pengadaan seragam sepatu PNS itu," katanya.

Keterangan dari Seksi Pidana Khusus Kejari Magetan, Yusuf Ashari terpidana yang sejak di vonis di Pengadilan Tipikor Surabaya menghuni di Rutan Mendaeng, Surabaya, sekitar sepekan lalu sudah dipindahkan ke Lapas Magetan.

Ini dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan untuk mengembangkan kasus korupsi seragam sepatu PNS itu.

"Sebenarnya pemindahan terpidana Yusuf Ashari dari Medaeng ke LP Magetan atas permohonan keluarganya. Tapi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, Kejari juga mudah untuk memeriksa terpidana, terkait pengembangan kasus korupsi itu berdasarkan bukti bukti yang kita temukan," ucap Kasi Pidsus Kejari Magetan Achmad Taufik Hidayat.

Sebelumnya, Tim Satuan Khusus Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kejari Magetan melakukan penggeledahan di kantor BP4D Pemkab Magetan.

Penggeledahan yang dilakukan Satsus Tipikor Kejari Magetan di kantor BP4D awalnya sempat mendapat perlawanan dari staf di kantor setempat. Namun setelah dijelaskan maksud dan tujuan tim melakukan penggeledahan, staf di BP4D setempat bisa mengerti.

Dari penggeledahan tersebut, tim berhasil menyita sebanyak 31 item berkas yang akan digunakan melengkapi berkas berkas yang sudah didapat jaksa sebelumnya.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help