Pamekasan

Menyedihkan, Pamit Main Bola, Dua Bocah SD ini Malah Tewas Tenggelam

Dua bocah, Ahmad Nawafisul Irfana (3), siswa kelas III SDN Jungcangcang III, Kecamatan Pamekasan dan Mohammad Agil Ashari (3), siswa kelas III SD Al I

Menyedihkan, Pamit Main Bola, Dua Bocah SD ini Malah Tewas Tenggelam
TribunJatim/Muchsin
BERDUKA – Kematian Agil, membuat keluarganya sok dan histeris. Nampak Iza (kerudung hijau celana jeans), kakak perempuan Agil menangis sesenggukan. 

 Laporan Kontributor Surya, Muchsin

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Dua bocah, Ahmad Nawafisul Irfana (3), siswa kelas III SDN Jungcangcang III, Kecamatan Pamekasan dan Mohammad Agil Ashari (3), siswa kelas III SD Al Irsyad, Pamekasan, tewas tenggelam di sungai Cangka, Kampung Jungcangcang Lao’, Kelurahan Jungcang, Kecamatan Pamekasan, Madura, Jumat (10/3/2017), sekitar pukul 16.00.

Saat ditemukan, korban Agil, panggilan Mohammad Agil, menyembul sendiri ke atas permukaan air sungai.

Sementara korban Irfan, panggilan Ahmad Nawafisul Irfana, ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman air 7 meter, tersangkut di rimbunan bambu. Karena kebetulan, di sekitar lokasi ditumbuhi pohon bambu.

Menurut sumber di lokasi kejadian, Agil dan Irfan, keduanya warga Jl KH Sinhaji, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, bersama tiga temannya pamit mau main sepak bola di lapangan sebelah selatan rumahnya dengan membawa bola. Mereka mandi dengan telanjang. Baju dan sepedanya diletakkan di pinggir sungai.

Baca: Pohon Tumbang di Surabaya Makan Korban Tewas

Namun mereka tidak menuju lapangan bola, melainkan mereka pergi menuruni sungai Cangka yang terletak 300 meter sebelah barat rumahnya.

Kemudian mereka berlima mandi sambil main bola, sehingga mereka lupa, jika di sungai itu terdapat lubang cukup besar berkedalaman 7 meter.

Ketika mereka asyik bermain, tiba-tiba Agil tenggelam dengan posisi kepala nyembul naik turun dan kedua tangannya menggapai. Irfan yang melihat tubuh Agil tenggelam, berusaha mendekat dan berniat menolong. Namun keduanya langsung tenggelam dan lama tidak muncul.

Mengetahui Agil dan Irfan tenggelam, ketiga panik dan tidak berani menolong. Mereka lalu naik memberitahu kepada warga sekitar kejadian itu. Semula, warga tidak percaya dengan penuturan ketiganya, namun karena di antaranya ada yang menangis, warga lalu berbondong-bondong untuk mencari, seraya membawa ban sebagai pelampung, kala warga naik ke permukaan untuk mengambil nafas.

Halaman
12
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help