Surabaya

Video - Taman Bungkul Tetap Jadi Jujukan Idaman Warga

Taman Bungkul, rasanya masih jadi tempat favorit masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Laporan Wartawan Surya, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Taman Bungkul, rasanya masih jadi tempat favorit masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Betapa tidak, taman seluas 900 meter persegi itu seakan tak pernah sepi pengunjung. Pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari sekalipun. Ada saja yang memafaatkan taman kota ini, meski hanya untuk duduk santai.

Ade Kurnia (23), asal Mojokerto salah satunya. Kesempatan kerja dan tinggal di Surabaya tak ia sia-siakan tanpa menikmati malam kota metropolitan ke dua ini. Saat bertemu kepada TribunJatim.com, Jumat (10/03/2017) Ade bersama teman-temannya sedang saling goda dan tertawa.

"Hiburan murah ya, kumpul bersama teman dan tertawa bersama. Cukup beli kopi dan es segelas, bisa semalaman lagi," katanya disetujui teman-temannya.

Ade menuturkan lebih menyenangkan lagi karena dirinya tak perlu susah mencari penjual minuman dan makanan. Setiap pedagang, datang menghampiri dan menawarkan dagangan.

"Sejak pemkot melarang PKL menetap, positifnya selain tidak mengotori taman juga tidak memenuhi taman dengan barang dagangan," tambahnya.

Baca: Unik, Patroli di Taman Bungkul Surabaya Pakai Sepatu Roda

Selain soal tertib PKL, taman bungkul kini lebih asyik karena tersedia banyak pedagang mainan selain area taman anak-anak. Bahkan terdapat layanan pijat oleh binaan pemerintah kota. Seorang tuna netra, yang duduk di samping pos penjagaan taman.

Pengunjung tak hanya duduk di area tengah taman, namun juga bisa mencoba pijat usai lelah jalan-jalan.

"Kebetulan ibu dan anak-anak ingin main, tapi saya capek sekali karena barusan pulang kerja. Kok katanya istri ada tukang pijat di sana, akhirnya saya coba. Enak. Anak-anak main, istri mengawasai saya tinggal pijat," kata Made, sambil tertawa kecil.

Penulis: Dya Ayu
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help