TribunJatim/

Sumenep

Puluhan TKI Ilegal Asal Sumenep Dipulangkan Paksa, Setelah Mereka Alami Nasib Tragis di Malaysia

Puluhan TKI ilegal asal Kabupaten Sumenep, dipulangkan paksa oleh Pemerintah Malaysia, setelah mereka mengalami nasib tragis disana.

Puluhan TKI Ilegal Asal Sumenep Dipulangkan Paksa, Setelah Mereka Alami Nasib Tragis di Malaysia
TRIBUNJATIM/MOHAMMAD RIFAI
Puluhan TKI Ilegal asal Kepulauan Sumenep yang dideportasi dari Malaysia, ditampung di Kantor Disnakertrans, untuk kemudian diberikan ongkos pulang ke daerah asalnya di kepulauan, Minggu (12/3/2017). 

Laporan Kontributor Surya, Mohammad Rifai

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Sebanyak 33 TKI ilegal asal Kabupaten Sumenep, Madura, dipulangkan paksa oleh Pemerintah Malaysia, setelah selesai menjalani hukuman penjara di Malaysia.

TKI Ilegal itu dipulangkan setelah sebelumnya puluhan TKI Ilegal asal Pulau Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Lalu sebagian TKI ilegal asal Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Ambunten Sumenep. Total semuanya mencapai 33 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Moh Fadhilah, melalui Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja, Moh Zaini mengatakan, gelombang pemulangan TKI ilegal sudah berlangsung sejak awal tahun 2017 ini.

Puluhan TKI ilegal asal Indonesia, saat ini masih banyak dan sedang menjalani hukuman karena mereka tidak mengantongi surat ijin tinggal dan kerja, tetapi sebagian hanya memiliki surat paket wisata. 

"Banyak dari TKI Ilegal itu tidak mengantongi surat apapun, sehingga mereka ditangkap dan dipenjara. Nah, setelah keluar baru kemudian dideportasi ke Indonesia," ujarnya, Minggu (12/3/2017).

Dikatakan, persoalan TKI Ilegal dari Sumenep memang bukan hanya terjadi pada saat atau tahun ini saja, tetapi sudah lama berlangsung.

Para pekerja khususnya asal kepulauan itu masuk Malaysia melalui jalur gelap dan tidak melalui jalur resmi pemerintah, sehingga mereka tidak mengantongi surat apapun. 

"Padahal sudah kita wanti-wanti, agar masyarakat Sumenep yang ingin bekerja sebagai TKI di Malaysia, kita minta melalui jalur resmi sehingga dapat bekerja dengan enak di luar negeri dan hak-haknya terjaga," lanjutnya.

Kecenderungan masyarakat masuk Malaysia melalui jalur ilegal karena pengaruh cukong-cukong atau calo yang hanya akan mengeruk keuntungan dari bisnis gelap distribusi TKI Ilegal ke Malaysia.

"Karena kalau melalui jalur ilegal lambat laun mereka akan tertangkap dan dipenjara lalu dipulangkan paksa. Padahal mereka berangkat ke Malaysia jiga sudah mengeluarkan uang tidak sedikit," imbuh Moh Zaini.

Untuk itu, Pemkab Sumenep melalui Disnakertrans kembali akan mensosialisasikan program dan peluang kerja di luar negeri secara legal dan keberadaannya dilindungi oleh pemerintah.  

Sehingga keberadaan TKI Ilegal tidak lagi terjadi dan warga yang bekerja di Malaysia merasa aman dan hak-halnya. terlindungi

Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help