TribunJatim/

Magetan

Nekat Jual Arak Jowo Ratusan Liter, Pria Ini Terancam Hukuman Seumur Hidup

Polisi Sektor Kawedanan, Resor Magetan menangkap Suhadak bin Wir Paiman (36) warga Desa Mojorejo RT23/RW03, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan kar

Nekat Jual Arak Jowo Ratusan Liter, Pria Ini Terancam Hukuman Seumur Hidup
TribunJatim/Doni Prasetyo
Tersangka Suhadak bin Wir Paiman (36) warga Desa Mojorejo RT23/RW03, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan seusai ditangkap Unit Reskrim Polisi Sektor Kawedanan, karena menjual minuman berakhohol jenis Arak Jowo (Arjo), Senin (12/3-2017). 

Laporan Kontributor Surya, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Polisi Sektor Kawedanan, Resor Magetan menangkap Suhadak bin Wir Paiman (36) warga Desa Mojorejo RT23/RW03, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan karena menjual minuman berakhohol (mihol) jenis arak Jowo (Arjo) dirumahnya Senin (12/3/2017).

Selain menangkap Suhadak, Polisimenyiysa 424 liter arak jowo yang disimpan di 13 jirigen, masing masing berisi 30 liter.

"Kasus penjualan minuman berakhohol itu terungkap saat anggota kita melakukan patroli wilayah dan mendapat informasi dari warga. Kalau tersangka memiliki dan menyimpan minuman keras (miras) jenis arak Jowo," kata Kasubbag Humas Polres Magetan AKP St Suyatni, didampingi Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Partono dan Kapolsek Kawedanan AKP Agus Santoso kepada TribunJatim.com, Senin (12/3-2017).

Menurut keterangan tersangka, ratusan liter miras arak Jowo itu didapat dari Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang kemudian dibawa ke Kawedanan, Kabupaten Magetan lewat jalur darat melintasi Kabupaten Ngawi, ke wilayah Kecamatan Bendo, kemudian ke wilayah Kecamatan Kawedanan.

"Kita masih terus kembangkan, siapa yang membawa dari Bekonang, Sukoharjo, atau siapa saja penjual yang dipasok tersangka. Kita masih kembangkan dan belum bisa sebutkan identitas pelaku lainnya," ujar AKP Suyatni.

Baca: Jual Arak Jowo, Wanita Ini Digelandang ke Polisi

Kami, lanjut AKP Suyatni, masih mengembangkan kasus ini. Karena penjual miras ini sangat meresahkan warga dan ulama sekitar. Polisi sebenarnya sudah mendapat infornasi tentang penjualan miras dan baru melakukan penangkapan, Senin (12/3-2017).

"Ini kita masih mencari penyimpanan miras milik tersangka di tempat lain. Makanya kita tidak bisa membuka semua identitas tersangka lain. Ini karena masih kurang barang bukti,"katanya.

Akibat perbuatanya itu, tambah Kasubbag Humas, Polisi menjerat Suhadak dengan pasal 204 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penjual yang barang dagangannya membahayakan orang atau nyawa.

"Untuk memberi efek jera kepada lainnya, tersangka juga dijerat dengan Undang-undang Pangan nomor 18, tahun 2013, dan Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009, ancaman maksimal hukuman kurungan seumur hidup,"ujar AKP Suyatni.

Kini tersangka Suhadak penahanannya dipindah dari ruang tahanan Polsek Kawedanan ke tahanan Polres Magetan. Di Polres Magetan ini tersangka masih terus dilakukan pemeriksaan, untuk mengungkap jaringan penjual miras lain di wilayah hukum Polres Magetan.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help