TribunJatim/

Pasuruan

'Petik Laut' Diyakini Warga Pasuruan Cegah Mala Petaka

Ratusan nelayan di Pesisir Kota Pasuruan, Jawa Timur mengikuti acara ritual petik laut , Senin (13/3/2017) pagi.

'Petik Laut'  Diyakini Warga Pasuruan Cegah Mala Petaka
TribunJatim/ Galih Lintartika
Petik laut warga Pasuruan Jawa Timur 

 Laporan Wartawan Surya, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Ratusan nelayan di Pesisir Kota Pasuruan, Jawa Timur mengikuti acara ritual petik laut , Senin (13/3/2017) pagi.

Ritual laut ini merupakan acara sakral setiap tahunnya dan dilakukan sebagai wujud rasa syukur nelayan terhadap hasil tangkapan ikan selama setahun ini. Khusus untuk tahun ini, sekaligus dilakukan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Pasuruan ke - 331.

Sejak pagi para nelayan dan warga sekitar yang ingin ikut ritual ini sudah berkumpul di Pelabuhan Ngemplakrejo, Pasuruan.

Mereka membawa berbagai macam makanan dan buah - buahan yang digunakan untuk larung sesaji di lautan lepas. Mereka membawanya dengan berjalan kaki.

Setelah semuanya berkumpul, satu per satu nelayan dan warga naik ke beberapa kapal yang sudah disiapkan. Mereka naik perahu - perahu berukuran besar.

Baca: Peringatan 75 Tahun Pertempuran di Laut Jawa, Keluarga Korban: Perang Adalah Sebuah Kesia-siaan

Tak lupa, semua makanan dan buah yang digunakan untuk larung sesaji ini juga dinaikkan ke atas kapal. Dari data yang diperoleh, ada sekitar 92 kapal yang ikut mengiringi larung sesaji ini.

Setelah kapal tiba di tengah laut, ada sesaji khusus berupa kepala sapi idilarung oleh sesepuh adat. Disusul dilarung makanan dan buah - buah yang sudah dibawa. Tak lama, para sesepuh itu membacakan doa-doa. Setelah itu sesaji ditenggelamkan di tengah laut.

Salah satu nelayan, Imron Hidayat mengatakan bahwa larung sesaji ini merupakan ritual setiap tahunnya. Nelayan sudah meyakini jika tidak ada larung sesaji, maka akan mara bahaya yang datang menghampiri nelayan.

"Bisa saja tangkapannya berkurang atau bahkan, ada yang hilang disapu ombak, atau kemungkinan lain. Makanya kami setiap tahun rutin larung sesaji," paparnya kepada TribunJatim.com.

Wali Kota Pasuruan, Setiyono mengungkapkan, petik laut ini merupakan tradisi nenek moyang masyarakat di pesisir Kota Pasuruan, yang digelar setiap tahun sekali dalam rangka untuk mensyukuri hasil tangkapannya.

“Harus dijaga. Semoga ke depan tradisi ini akan terus dikembangkan lebih maju, modern , sehingga pelaksanannya lebih meriah lagi,” katanya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help