TribunJatim/

Jaksa Panggil Kabag Umum Terkait ngadaan Seragam Sepatu Pemkab Magetan Senilai Rp 1, 1 miiar

Lagi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan memanggil Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, pasca penggeledahan Kantor Badan

Jaksa Panggil Kabag Umum Terkait ngadaan Seragam Sepatu Pemkab Magetan Senilai Rp 1, 1 miiar
SURYA/DONI PRASETYO
Kejari Magetan Geledah Bappeda 

 Laporan Kontributor Surya, Doni Prasetyo

 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Lagi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan memanggil Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, pasca penggeledahan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) setempat terkait kasus korupsi pengadaan seragam sepatu PNS Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

"Surat panggilan untuk Kabag Umum sudah kami berikan Senin (13/3/2017) kemarin. Pemeriksaan untuk Kabag Umum akan kami lakukan Rabu (15/3/2017) di ruang penyidikan Pidsus (Pidana Khusus)," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Magetan Achmad Taufik Hidayat kepada TribunJatim.com, Selasa (14/3/2017).

Sedianya, tambah Taufik, Kejari Magetan akan panggil juga lima Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat.

Namun, baru Kabag Umum yang didahulukan pemeriksaanmya, karena dianggap yang paling tahu masalah pengadaan di Pemkab Magetan.

"Kepala SKPD lainnya mungkin menyusul.Tinggal gimana hasil pemeriksaan Kabag Umum nanti. Ini tinggal selangkah lagi kita (Kejari) bisa mengungkap aktor penyimpangan dalam pengadaan seragam sepatu PNS di Pemkab Magetan," jelas Taufik.

Kelima pejabat yang akan menyusul dipanggil Kejari, yaitu Kepala Dinas Pariwisata Siran, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya (DPU BMCK) Hergunadi, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Samsudi dan dua pejabat lainnya masih belum bisa disebut.

"Dua Pejabat Pemkab itu sengaja belum kami sebut, karena bisa dipanggil bisa tidak. Namun nantinya tersangka dari unsur birokrat bisa lebih dua orang. Tapi tunggu saja,"kata Taufik.

Dikatakan Taufik, Kejari melakukan pemeriksaan keenam pejabat terkait pengadaan seragam sepatu PNS Pemkan Magetan itu sambil menunggu Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Mudah mudahan sepekan ke depan sudah bisa menemukan aktor dibalik pengadaan seragam sepatu yang merugikan negara ratusan juta rupian itu. Makanya Kajari meminta Pidsus ngebut agar bisa segera dilimpahkan," jelas Kasi Pidsus Taufik.

Penggeledahan yang dilakukan Kejari Magetan di Kantor BP4D Pemkab Magetan mendapat apresiasi dari masyarakat Magetan. Pasalnya, dalam kasus korupsi pengadaan seragam sepatu PNS itu baru Yusuf Ashar, Ketua Asosiasi Perajin Kulit (aspek) Magetan yang dijatuhi pidana. Sementara dari borokrat sebagai pengguna anggaran belum satu pun yang dijerat hukum.

Dalam penggeledahan di kantor BP4D Pemkab Magetan itu, Tim Satuan Khusus Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan berhasil membawa 31 berkas, yang kemudian, berkas berkas hasil penggeledahan itu di konsultasikan ke sejumlah ahli di bidangnya di Jakarta.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help