TribunJatim/

Kisruh Permen Dot, Tak Minta Maaf ke Importir, Pemkot Surabaya Hanya Lakukan Ini

Walau sudah merugikan importir permen dot hingga angka miliaran rupiah, Pemkot Surabaya mengaku tidak menerima somasi.

Kisruh Permen Dot, Tak Minta Maaf ke Importir, Pemkot Surabaya Hanya Lakukan Ini
TribunJatim/Fatimatuz Zahroh
Kabag Humas Pemkot M Fikser, Kadinkes Surabaya Febria Rachmanita, Kasatpol PP Irvan Widyanto, Kabag Pemerintahan Eddy Christijanto saat menggelar jumpa pers di Kantor Bagian Humas, Selasa (14/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Walau sudah merugikan importir permen dot hingga angka miliaran rupiah, Pemkot Surabaya mengaku tidak menerima somasi.

Maka dari itu, melalui Kabag Humas Pemkot Surabaya yaitu M. Fikser hanya melakukan klarifikasi sesuai permintaan PT. Petrona inti Chemido.

"Terkait somasi, kami tidak terima soal itu dan sekarang kami hanya lakukan klarifikasi yang mana permen tersebut tidak berbahaya," kata M. Fikser dalam Press Conference di kantor Humas Pemkoit Surabaya, Jalan Jimerto, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/03/2017).

Diketahui bahwa sehari yang lalu, Senin (13/03/2017), pihak importir permen dot yang mana dari PT. Petrona inti Chemido melalui kuasa hukumnya Prihadi Saputro meminta agar pemkot melakukan klarifikasi.

Yang mana permintaan klarifikasi tersebut diberikan batasan waktu selama dua minggu terhitung diumumkan.

Sehari setelah itu, yaitu siang tadi pihak Pemkot secara resmi telah melaksanakan permintaan klarifikasi permen dot.

"Kami klarifikasi bahwa permen tersebut tidak memiliki kandungan berbahaya," jelasnya

"Namun untuk razia makanan bukanlah hal yang baru kami lakukan tapi entah kenapa malah fokus pada produk ini saja," tutup Fikser.

Sebelumnya, langkah Pemkot Surabaya dianggap oleh pihak importir permen dot yaitu PT Petrona Inti Chemido tidak sesuai prosedur.

Sebetulnya importir permen dot itu ingin Pemkot Surabaya punya etikat baik dan klarifikasi dari Pemkot Surabaya soal razia yang dilakukannya.

"Pemkot terlalu tergesa-gesa dan seharusnya sebelum dilakukan razia harusnya dilakukan uji kandungan terlebih dulu untuk mengetahui apakah permen tersebut memiliki kandungan berbahaya atau tidak," jelas Prihadi Saputro, kuasa hukum PT Petrona inti Chemido.

Penulis: ndaru wijayanto
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help