TribunJatim/

Dua Menit, Angin Puting Beliung Robohkan 16 Rumah dan 34 Pohon Jati Tumbang

Hujan lebat disertai angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Tragah, Desa Soket Laok dan Desa Keteleng, Bangkalan, Madura, Selasa (14/3/2

Dua Menit, Angin Puting Beliung Robohkan 16 Rumah dan 34 Pohon Jati Tumbang
TribunJatim/Ahmad Faisol
Rumah semi permanen di dua desa, Soket Laok dan Keteleng Kecamatan Tragah rusah diterjang angin puting beliung, Selasa (14/3/2017) petang 

Laporan Kontributor Surya, Ahmad faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Hujan lebat disertai angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Tragah, Desa Soket Laok dan Desa Keteleng, Bangkalan, Madura, Selasa (14/3/2017) petang.

Akibatnya, 16 rumah yang ditempati 30 keluarga rusak. Selain itu, terdata sebanyak 34 pohon jati tumbang dan lima tiang listrik patah.

Dari 16 rumah semi permanen itu, 10 rumah rusak berat menimpa 20 kepala keluarga di Desa Soket Laok. Sementara 6 rumah lainnya dan lima tiang listrik patah di Desa Keteleng.

"Tiang - tiang listrik itu ada yang patah dua dan tiga karena tertimpa pohon jati. Pohon jatinya besar, pernah saya tawar satu pohon Rp 1 juta tapi tidak diberikan," Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Tragah, Moh Hasin kepada TribunJatim.com , Rabu (15/3/2017).

Baca: Saat Bocah SMP Ikut Bantu Korban Puting Beliung, Ini yang Dilakukan

Ia menjelaskan, pihaknya baru bisa melakukan pendataan kerusakan rumah maupun pohon tumbang. Hal itu disebabkan lampu padam sehingga kondisi di lapangan gelap.

"Mendung pekat dan hujan lebat. Dua kali terjadi angin puting beliung, sekitar dua menit kejadiannya. Data jumlah rumah dan pohon tumbang masih sementara, kami akan data kembali," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Moris menyebutkan, kerusakan 16 rumah semi permanen, pohon tumbang, dan tiang patah tersebut merupakan hasil assesment Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.

"Kami baru mendengar kejadian itu pagi ini setelah ada laporan dari bawah. Ketika kami datang, warga terdampak sudah bersih - bersih. Bangunan semi permanen itu terdiri dari rumah, musala, dan kandang," ungkap Rizal.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help