TribunJatim/

Hati-hati Beli Burung Dilindungi, Ini Akibatnya

Polres Gresik mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati membeli dan memelihara burung kesukaan. Jangan sampai terlanjur membeli burung ternyata buru

Hati-hati Beli Burung Dilindungi, Ini Akibatnya
TribunJatim/Sugiyono
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro (baju hitam) melihat kicauan burung jalak putih yang dilindungi, Rabu (15/3/2017). 

Laporan Kontributor Surya, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Yudha Dewa Pramana (28), warga Perumahan Swan Menganti Park, Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur mengaku baru dua bulan menjalankan bisnis jual beli satwa terlarang burung jalak putih (Strurnus melanopterus).

Polres Gresik mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati membeli dan memelihara burung kesukaan. Jangan sampai terlanjur membeli burung ternyata burung tersebut sebagai satwa yang dilindungi.

Imbauan ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Gresik AKP AKP Adam Purbantoro saat gelar hasil ungkap kasus penjualan satwa terlarang burung jalak putih.

"Kepada masyarakat agar hati-hati dalam memiliki pemeliharaan burung," kata Adam mantan Kasat Reskrim Malang Kota kepada TribunJatim.com, Rabu (15/3/2017).

Baca: Punya Burung Berkicau, Yuk Ikutan Kontes Online, Dijamin Seru

Dengan terungkapnya jual beli online satwa yang dilindungi itu, Polres Gresik akan terus mengawasi peredaran dan pemilik burung-burung.

"Dilindungi atau tidak karena kami terus mencarinya, agar burung tersebut dapat berada di lingkungan yang tepat," imbuhnya.

Setelah proses sidang selesai, burung tersebut akan dilepas sesuai habitatnya berada. Sekarang ini masih dirawat oleh petugas Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Jawa Timur.

"Setelah proses hukum selesai. Nanti akan dilepas di lingkungan yang sesuai. Bisa jadi di Malang," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help