Jawa Timur Duduki Urutan Pertama Penyakit Kusta

Jumlah penderita penyakit kusta di Jawa Timur, menduduki rangking teratas se Indonesia, yakni sebanyak 4.183 jiwa.

Jawa Timur Duduki Urutan Pertama Penyakit Kusta
TribunJatim/Muchsin
Wagub Saifullah Yusuf dan Bupati Pamekasan, dialog dengan dua penderita penyakit kusta, di halaman Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan. 

 Laporan Kontributor Surya, Ahmad faisol

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Jumlah penderita penyakit kusta di Jawa Timur, menduduki rangking teratas se Indonesia, yakni sebanyak 4.183 jiwa.

Sementara dari 4.183 jiwa itu penderita kusta, sebanyak 35 persen atau 1.464 jiwa, menimpa masyarakat Madura.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, yang ditemui seusai pencanangan gerakan Jawa Timur Eliminasi Kusta (Jelita) 2017, di halaman Pendopo Ronggo Sokowati, Pamekasan, Rabu (15/3/2017), mengatakan, di dunia, Indonesia menduduki uratan ke tiga jumlah penderita kusta, yakni sebanyak 18.000 jiwa. Dan Provinsi Jatim, merupakan penyumbang terbesar terhadap penyakit kusta.

Menurut Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, tingginya penderita penyakit kusta di Jawa Timur, termasuk Madura, lantaran kesadaran masyarakat untuk mencegah dan mengobati penyakit kusta ini masih rendah. Selain itu, faktor makanan yang tidak bergizi dan tidak seimbang.

Gus Ipul, di dampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jatim, dr Kohar Hari Santoso, mengungkapkan, sebetulnya sejak 2010 angka penderita penyakit kusta di Jatim terus menurun. Namun pada 2016 mengalami kenaikan, sehingga masalah ini harus ditangani secara serius dan dipecahkan bersama.

Baca: Cerita Wakil Gubernur Jatim Dapat Tanda Tangan Artis Ayushita, Gus Ipul : Kayak Anak SMA Ya

Sebab penyakit kusta ini, berkaitan erat dengan kesejahteraan umat manusia dan status sosial, yang berdampak buruh terhadap angka kemiskinan masyarakat. Dan penyakit kusta ini mengakibatkan kecacatan dan menurunkan sumber daya manusia.

“Sampai saat ini, terdapat anggapan masyarakat, mereka yang menderita penyakit kusta merupakan penyakit kutukan. Penderitanya dikucilkan. Bahkan keluarganya tidak mau melaporkan untuk mendapatkan pengobatan. Malah disembunyikan, karena merasa malu memiliki keluarga yang menderita penyakit kusta,” ujar Gus Ipul kepada TribunJatim.com.

Karena itu, lewat progam Jelita ini, pihaknya memberikan makanan tambahan bergizi tinggi dan berprotein tinggi.

Halaman
123
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help