Pemerintah Bangun Rusun Santri, Fasilitasnya Setara Tinggal di Perumahan

Pemerintah membangun rusun santri dengan anggaran miliaran dan dilengkapi fasilitas setara dengan yang ada di perumahan.

Pemerintah Bangun Rusun Santri, Fasilitasnya Setara Tinggal di Perumahan
TRIBUN JATIM/GALIH LINTARTIKA
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR saat meletakkan batu pertama untuk proyek pembangunan rusun santri di Pondok Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al Yasini, Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Pasuruan, Rabu (15/3/2017). 

Laporan wartawan Surya, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pembangunan Rumah Susun (Rusun) untuk santri di Pondok Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al Yasini, Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, resmi dilakukan, Rabu (15/3/2017).

Peletakan batu pertama proyek Rusun Santri senilai Rp 8 miliar tersebut dilakukan Dirjen Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR RI Syarif Burhanuddin.

Ikut mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, dan Pimpinan pondok pesantren Miftahul Ulum Al Yasini KH Abdul Mujib Imron.

Kepada Tribunjatim.com, Syarif menjelaskan, total biaya pembangunan rusun santri di Ponpes Al Yasini mencapai Rp 8 Miliar dan ditarget selesai September 2017.

"Di Pasuruan, ada dua rusun santri yang akan dibangun, yakni di Ponpes Al Yasini Wonorejo dan Ponpes di Desa Pekoren, Kecamatan Rembang," ujarnya, ditemui di sela-sela kegiatan.

Untuk seluruh Indonesia, kata dia, ada 20 rusun santri yang akan dibangun dan jumlahnya paling banyak di Jawa Timur, ada 10 rusun. Anggaran keseluruhan pembangunan rusun santri ini mencapai Rp 180 Miliar yang merupakan alokasi APBN 2017 ini.

"Pengerjaan total ditarget selesai akhir tahun ini," terangnya.

Ia menjelaskan, alasan memilih dua ponpes di Pasuruan ini karena kedua ponpes memenuhi kriteria utama, diantaranya memiliki jumlah santri minimal 500 orang serta diutamakan pondok pesantren yang masih tradisional.

"Bukan ponpes modern yang seluruh santrinya mampu membayar uang pondok. Nah kalau di dua ponpes ini , banyak santri yang masih belum mampu membayar sampai Rp 400 ribu per bulan" urainya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help