TribunJatim/

Petani Durian di Pasuruan Merugi Tahun Ini, Ternyata Ini Penyebabnya

Para petani durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mengalami kerugian yang sangat besar di musim panen tahun ini.

Petani Durian di Pasuruan Merugi Tahun Ini, Ternyata Ini Penyebabnya
TribunJatim/ Galih Lintartika
Petani durian, Rois saat menunjukkan hasil panen durian tahun ini. 

Laporan Wartawan, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Para petani durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mengalami kerugian yang sangat besar di musim panen tahun ini.

Hasil panennya merosot drastis akibat cuaca buruk yang terjadi di Pasuruan sejak Januari - Februari lalu.

Hasil panen durian tidak seperti biasanya. Satu kebun biasanya menghasilkan duren sekitar 2000 buah di setiap musim durian. Namun, tahun ini, hasil panennya hanya sekitar 1200 buah.

"Faktornya ya karena hujan yang sering terjadi menjelang musim panen tahun ini," kata salah satu petani durian M Rozi kepada TribunJatim.com, Rabu (15/3/2017).

Baca: Ayo, Hadiri Festival Durian di Seputar Masjid Cheng Hoo Pasuruan, Ini Tanggalnya

Rozi menjelaskan, sebenarnya tahun ini, hasil panen normal. Sebab, bulan Desember lalu, hampir semua pohon berbunga dan bunganya pun sangat luar biasa lebatnya. Akibat hujan disertai angin , alhasil bunga ini pun rontok dan berjatuhan.

"Saat mau panen, bunganya rontok. Kami hanya bisa pasrah saja. Mau bagaimana lagi, ini sudah cuaca," paparnya.

Ia mengungkapkan, biasanya, setiap panen , dirinya mendapatkan keuntungan hampir Rp 70 juta. Sedangkan tahun ini, hasilnya merosot menjadi Rp 50 juta.

"Tak hanya itu, rasanya pun sedikit kurang manis dan ukuran buahnya tidak sebagus seperti biasanya. Pohonnya juga kurang produktif. Biasanya bisa berbuah 20 buah, kini hanya 4 - 5 buah saja," tandasnya.

Camat Lumbang, M Agus Mashadi mengatakan, di tempatnya, ada tiga kelompok tani durian. Ketiga kelompok ini juga mengeluhkan hal yang sama. Ia sudah melaporkan kondisi ini ke Dinas Pertanian dan sudah ada beberapa upaya untuk pencegahan ini.

"Kami sudah koordinasi dengan pemerintah setempat agar tahun depan tidak gagal panen. Apapun caranya yang penting bisa panen dan kualitasnya maksimal," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help