Sikapi Penembakan Mahasiswa Unmuh Jember, Senpi Polisi Dirazia, Hasilnya Bikin Geleng Kepala

Manyikapi kasus penembakan mahasiswa Unmuh Jember, polisi menggelar razia senpi anggotanya. Hasilnya benar-benar tak terduga dan biking geleng kepala.

Sikapi Penembakan Mahasiswa Unmuh Jember, Senpi Polisi Dirazia, Hasilnya Bikin Geleng Kepala
TRIBUN JATIM/GALIH LINTARTIKA
Petugas saat merazia dan mengecek senpi milik jajaran anggota Polres Pasuruan yang diamankan, karena tidak sesuai dengan ketentuannya, Rabu (15/3/2017). 

Laporan wartawan Surya, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Polres Pasuruan menggelar razia senjata api (senpi) ke beberapa anggota jajarannya, Rabu (15/3/2017).

Razia ini dilakukan sebagai upaya antisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota kepolisian.

Pasalnya, sebelumnya, ada kasus penembakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dedi (25).

Tersangka penembakan adalah BM (24), anggota polisi yang berdinas di Brimob Polda Jatim.

Razia dilakukan secara spontanitas. Paska apel, semua anggota jajaran baik yang bertugas di Reskrim, Lalu Lintas, Shabara, Narkoba atau yang membawa senpi dikumpulkan di ruang tengah Mapolres Pasuruan.

Selanjutnya, ratusan senpi dikumpulkan menjadi satu. Senpi diperiksa kondisi dan surat izin kepemilikannya.

Hasilnya, masih banyak pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian atas kepemilikan senpi.

Kabag Humas Polres Pasuruan AKP MD Yusuf mengatakan, pemeriksaan ini menemukan puluhan senpi yang suratnya mati dan belum diperpanjang sama pemiliknya. Ini berarti, kondisi senpi bisa dikatakan 'setengah bodong'.

"Banyak yang mati suratnya, ada juga yang kondisinya rusak," katanya.

Untuk senpi yang tidak sesuai dengan ketentuannya, kata Yusuf, untuk sementara disita. Ia menjelaskan, senpi akan dikembalikan jika pemilik senpi memperpanjang surat kepemilikan dan memperbaikinya.

"Bukan kami rampas, akan tetap kami kembalikan. Asalkan semuanya sudah normal seperti adanya," terangnya.

Dia mengatakan, pihaknya tidak memberikan sanksi terhadap pemilik senpi yang melanggar aturan.

Namun, pihaknya tetap menghimbau untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami minta untuk tidak mengulanginya. Kami minta ke mereka juga untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan senpi dan jangan disalahgunakan," tegasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help