Tim Saber Pungli Pasuruan Tangkap Empat Perangkat Desa, Gara-garanya ini

Tim saber pungutan liar (pungli) Kota Pasuruan, Jawa Timur kembali menangkap empat orang terduga menerima pungli.

Tim Saber Pungli Pasuruan Tangkap Empat Perangkat Desa, Gara-garanya ini
TribunJatim/ Galih Lintartika
Polisi masih memeriksa empat perangkat Desa Kraton yang diduga menerima pungli. 

Laporan Wartawan Surya, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Tim saber pungutan liar (pungli) Kota Pasuruan, Jawa Timur kembali menangkap empat orang terduga menerima pungli.

Empat orang ini merupakan perangkat desa di Desa Kraton, Kecamatan Kraton, Pasuruan. Saat ini, keempatnya masih menjalani pemeriksaan di Polres Kota Pasuruan.

Empat orang ini adalah Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa, dan dua perangkat desa. Untuk inisialnya, polisi belum bisa merilisinya karena masih dalam penyelidikan dan status mereka masih terlapor alias saksi belum menjadi tersangka.

Informasinya, empat perangkat desa ini ditangkap di Kantor desa setempat , Rabu (15/3/2017) sekitar pukul 12.00. Dari keempatnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 3,9 juta.

Baca: Diduga Lakukan Pungli Sertifikat, Empat Perangkat Desa di Pasuruan Dicokok Polisi, Ini Jumlahnya

Mereka saat ini sedang diperiksa di Unit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

“Kami masih memeriksanya, mereka masih belum tersangka dan statusnya masih saksi atas kasus ini,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Riyanto, kepada TribunJatim.com , Rabu sore.

Riyanto belum mau membocorkan kasus pungli yang diduga dilakukan empat perangkat desa ini. Kendati demikian, ia sangat optimis bahwa apa yang dilakukan empat orang ini salah.

“Kami sudah punya buktinya. Tunggu saja pemeriksaan 1 x 24 jam yang kami lakukan ini,” terangnya.

Informasi lain menyebutkan, keempat perangkat desa ini menarik biaya untuk kepengurusan surat ahli waris di desanya. Informasinya, sekali tarik, pengurus surat ini dibebankan biaya yang cukup tinggi berkisar Rp 2 – Rp 3 juta.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help