TribunJatim/

Ternyata, Kabar Penculikan Anak di Pamekasan Hoax

Kasus penculikan anak di bawah umur, yang kini mulai marak di Pamekasan, khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura) itu tidak benar alias hoax. Sebab

Ternyata, Kabar Penculikan Anak di Pamekasan Hoax
TribunJatim/Muchsin
Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho 

 Laporan Kontributor Surya, Muchsin

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Kasus penculikan anak di bawah umur, yang kini mulai marak di Pamekasan, khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura) itu tidak benar alias hoax. Sebab selama ini belum ada laporan, baik lisan maupun laporan resmi anak hilang di Pamekasan.

Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho, kepada Tribunjatim.com, Kamis (16/3/2017), mengatakan, isu penculikan yang kini menyebar sudah meresahkan masyarakat.

Terutama kalangan ibu-ibu yang memiliki anak kecil usia SD dan TK, mereka khawatir anaknya menjadi korban penculikan.

Diakui AKBP Nowo Hadi Nugroho, resahnya kasus penculikan anak di bawah umur lantaran santernya media sosial yang menyebarkan secara berantai kabar itu, tanpa klarifikasi lebih dulu kebenarannya.

Sehingga masyarakat makin resah. Padahal, isu penculikan di Jawa Barat, Cilacap Jawa, Tengah, Trenggalek dan Surabaya, semuanya hoax.

“Seperti kemarin itu. Ada berita penculikan di wilayah Jawa Timur dan membuat heboh. Ternyata dari gambar polisi yang terpampang dalam berita itu, polisi wilayah Jawa Barat. Dan dalam gambar itu, tidak ada kaitannya sama sekali dengan kasus penculikan. Tapi kasus lain,” ujar AKBP Nowo Hadi Nugroho.

Baca: MUI Bersiap Keluarkan Fatwa Terkait Penyebaran Berita Palsu atau Hoax

Karena itu, kapolres berharap kepada masyarakat tidak memberitakan dan menyebarkan berita bohong yang tidak jelas sumbernya dan meresahkan masyarakat.

Ini menjadi tugas semua pihak, termasuk media massa memberikan pengertian kepada mereka yang memprovokasi situasi ini, untuk diluruskan.

Selanjutnya AKBP Nowo Hadi Nugroho menghimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan sesuatu yang sejuk dan tetap waspada, serta hati-hati. Paling tidak ada komunikasi orang tua dan anak, sehingga anak dan orang tua makin dekat. Seperti antar jemput anak ke sekolah.

Sekadar diketahui, sejak tiga hari belakangan di Pamekasan, di Sampang dan Sumenep, santer informasi di masyarakat, baik lewat WA dan FB, khususnya di pedesaan yang mengabarkan terjadi penculikan terhadap anak SD.

Bahkan, ada beberapa pelaku yang sudah ditangkap lalu digebuki beramai-ramai dan diserahkan ke polsek. Ternyata di antara mereka yang ditangkap warga itu, semuanya orang gila dari, yang selama ini warga sudah mengenalinya lebih dulu.

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help