TribunJatim/

Monumen Lalu Lintas Kok Dipasang Pohon Pisang, Ada Apa Sebenarnya

Seperti monumen peringatan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan dengan menghabiskan anggaran ratus

Monumen Lalu Lintas Kok Dipasang Pohon Pisang, Ada Apa Sebenarnya
TribunJatim/Doni Prasetyo
Lama mangkrak, monumen yang sedianya dibangun untuk peringatan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas), menghabiskan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan sebesar Rp 100 juta lebih oleh warga ditanami pohon pisang. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tidak hanya lubang jalan yang ditanami masyarakat dengan pohon pisang, tapi juga proyek yang mangkrak tidak terselesaikan.

Seperti monumen peringatan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan dengan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah ini.

"Monumen yang ditanami pohon pisang itu peresmiannya dilakukan Bupati Magetan akhir Desember 2016. Saya tidak tahu siapa yang menanami pohon. Tapi sejak diresmikan Monumen itu ya seperti itu tidak ada apa apanya," kata Surini warga Desa Ploso Trinil, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan kepada TribunJatim.com, Jumat (17/3-2017).

Menurut Surini, monumen itu dibangun sekitar Desember 2016 dan akhir Desember 2016 diresmikan Bupati Magetan Sumantri sejak diresmikan, monumen Laka Lantas itu hanya bangunan tembok miring saja, tanpa hiasan yang bisa diartikan sebagai monumen Laka Lantas.

Baca: Magetan Panen Bencana Longsor, Ini Penyebabnya

"Katanya monumen Laka Lantas. Tapi sejak diresmikan ya hanya bangunan tembok miring, dibawahnya ada tulisan kecil, Forum Lalu Lintas 2016, hanya itu," jelasnya

Penanaman pohon pisang, lanjut Surini, diketahui warga setempat sekitar tiga hari lalu. Warga sekitar monumen Pohon Pisang, begitu mereka menyebut, tahu-tahu sudah bertengger pohon pisang di atas bangunan itu.

"Kalau saya tahunya siang, ada warga melihat itu sambil senyum senyum. Dikira warga yang menanami pohon pisang pihak proyek yang membangun monumen itu,"katanya.

Ketua Forum Lalu Lintas Kabupaten Magetan yang juga pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Sutikno, membenarkan monumen itu dibangun Pemkab Magetan dengan anggaran APBD 2016 lalu.

"Bangunan itu pelaksananya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya (DPU BMCK). Anggaran pembangunannya kurang lebih Rp 100 juta,"kata Sutikno kepada Surya, dikantornya, Jumat (17/3-2017).

Dikatakan Sutikno, bangunan monumen Laka Lantas itu bekerjasama dengan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Resor Magetan dan dibangun di empat kecamatan, yakni Panekan, Maospati, Sidorejo, dan Takeran.

"Mungkin Polantas masih mencari motor motor korban Laka Lantas, seingat saya di Sidorejo sudah dipasang motor korban tabarakan, kalau lainnya saya belum tahu. Coba nanti saya konfirmasi ke Polantas,"kata Sutikno. (Surya/ Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help