Pabrik Ban Ludes Terbakar, Begini Kerugian yang Ditimbulkan

Pabrik ban ludes terbakar. Banyak dampak yang ditimbuhkan, mulai kerugian materiil hingga sosial.

Pabrik Ban Ludes Terbakar, Begini Kerugian yang Ditimbulkan
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Seorang karyawan pabrik ban di Manyar Gresik, sedang melintas di bekas sisa-sisa pabrik yang hangus terbakar. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sejumlah mesin produksi pengolahan ban bekas dan satu unit forklift ikut terbakar di dalam gudang PT Bintanggroubberindo.

Saksi mata pekerja pabrik bernama Wari (55) mengatakan, saat itu dia bersama dua sekuriti Irsyad dan Maliki tak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam gudang.

"Api di dalam gudang sudah membesar. Kami tak bisa berbuat apa-apa selain menghubungi petugas pemadam kebakaran," terangnya, saat dijumpai di lokasi kebakaran, Kamis (16/3/2017).

Menurut dia, akibat kebakaran ini pihak pabrik menelan kerugian sekitar Rp 3 miliar.

"Ada mesin besar untuk mengolah ban bekas ada di dalam gudang dan satu unit forklift ikut terbakar," ungkapnya.

Dia menjelaskan ada 60 karyawan yang bekerja di pabrik tersebut. Karena adanya kebakaran ini, para karyawan tidak bisa bekerja.

"Ya tetap masuk tapi membantu memberaihkan puing-puing sisa kebakaran. Ada juga yang membersihkan bahan karet bekas untuk dipindakah ke atas truk," imbuhnya.

Sedangkan seorang pekerja pabrik asal Tiongkok tampak membawa timba dan menguyurkan air ke tumpukkan karet yang ada di dalam gudang tersebut.

Pekerja Tiongkok yang tidak bisa bahasa Inggris maupun Indonesia itu hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan isyarat tangan ketika polisi dari Polsek Manyar memanggilnya.

Kapolsek Manyar AKP Rian Septia Kurniawan menuturkan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran ini, apakah akibat dari korsleting arus listrik atau tidak. Yang jelas dari keterangan para saksi sumber api pertama kali muncul di tengah gudang pabrik tersebut.

"Kami tak mau berandai-andai terkait apa penyebab kebakaran di pabrik pengolahan ban bekas itu. Untuk lebih tepatnya sebaiknya menunggu hasil dari olah TKP," tegasnya. (Surya/Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help