Pingin Punya Motor, Kuli Bangunan Ini Malah Ditangkap Polisi, Ini Kisahnya

Kuli bangunan ini diamankan Satreskrim Polres Pasuruan , Jumat (17/3/2017) pagi di rumahnya. Ia diamankan, setelah diduga kuat menjadi penadah sepeda

Pingin Punya Motor, Kuli Bangunan Ini Malah Ditangkap Polisi, Ini Kisahnya
TribunJatim/ Galih Lintartika
Yazid diamankan polisi setelah diduga menjadi penadah sepeda motor curian. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Hati – hati , jangan sampai yang dialami Yazid (27) warga Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur  ini menimpa anda.

Kuli bangunan ini diamankan Satreskrim Polres Pasuruan , Jumat (17/3/2017) pagi di rumahnya. Ia diamankan, setelah diduga kuat menjadi penadah sepeda motor hasil pencurian.

Dia diamankan polisi setelah ia membeli motor bekas dari temannya satu minggu yang lalu. Ia membeli Sepeda Motor Vario 125 dari temannya, SDP yang merupakan DPO kepolisian atas kasus pencurian sepeda motor tersebut.

SDP mencuri sepeda milik M Charis Chulaifi (35) warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan 10 Maret lalu saat diparkir di depan rumahnya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP M Khoirul Hidayat mengatakan, tersangka ini diduga kuat menjadi penadah sepeda motor curian. Ia membeli sepeda motor curian SDP dengan harga Rp 2 juta.

Baca: Lagi, Polres Situbondo Bongkar Penadah Motor Diduga Hasil Kejahatan, Ini Jumlah Motornya

“SDP itu menjual ke tersangka dengan harga Rp 2 juta. Sepeda motor curian itu digunakan tersangka untuk aktivitas sehari – hari,” katanya kepada TribunJatim.com.

Dia mengatakan, saat ini, pihaknya sedang mengembangkan perkara ini. Menurutnya, pihaknya masih menyelidiki sejauh mana keterlibatan tersangka atas dugaan sebagai penadah sepeda motor curian.

“Pengakuannya sih baru pertama kali membeli sepeda motor dari SDP. Tapi, kami mendalaminya , dan sekarang masih fokus mengejar keberadaan SDP,” paparnya.

Terpisah, Yazid mengakui bukan bermaksud untuk menjadi penadah. Ia mengaku, niatan membeli sepeda motor itu untuk keperluannya pribadi. Menurutnya, sepeda yang dibeli dari SDP itu untuk operasional mengantarkan anak ke sekolah setiap pagi dan siang harinya.

“Saya butuh sepeda, setelah itu ditawari sama SDP dengan harga murah, dan langsung saya iyakan saja. Tidak tahunya, kaluau sepeda motor curian yang dijualnya ke saya ini,” akunya dengan ekspresi wajah yang sangat kesal. (Surya/ Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help