TribunJatim/

Selama 47 Hari Vakum, Kini PT Smelting Kembali Beroperasi

Kisruh yang terjadi di pabrik pemurnian (smelter) tembaga PT Smelting, di Desa Romoo Kecamatan Manyar Gresik berakhir sudah.

Selama 47 Hari Vakum, Kini PT Smelting Kembali Beroperasi
TribunJatim/Mohammad Romadoni
Suasana di dalam PT Smelting di Desa Romoo Kecamatan Manyar Gresik, Jumat (17/3/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kisruh yang terjadi di pabrik pemurnian (smelter) tembaga PT Smelting, di Desa Romoo Kecamatan Manyar Gresik berakhir sudah.

Perusahaan Mitsubishi Materials Corp asal Tokyo Jepang sekaligus pemegang saham 60 persen PT Smelting telah resmi kembali mengoperasikan smelter pada Rabu (1/3/2017) kemarin.

Presiden Direktur PT Smelting, Hiroshi Kondo mengungkapkan sangat mengapresiasi Pemerintahan Kota Gresik dan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang turut membantu kelancaran operasional perusahaan ini.

"Saya juga ingin memohon maaf karena smelter pengolah tembaga ini sempat berhenti beroperasi selama satu bulan lebih. Sungguh peristiwa itu sangat tidak kami harapkan. Sebab, Kami tahu bahwa terhentinya produksi tersebut ikut mempengaruhi kinerjad ekonomi dan neraca perdagangan Jawa Timur," terang Hiroshi Kondo di sela-sela acara syukuran PT Smelting kepada TribunJatim.com, Jumat (17/3/2017).

Sebelumnya, terhitung selama 47 hari atau tepatnya pada 19 Januari 2017 silam yang disebabkan adanya aksi mogok karyawan itu membuat PT Smelting tidak beroperasi.

Baca: Terancam PHK, Ratusan Pekerja PT Smelting Minta Dukungan Kiai

Tentunya, kembali beroperasinya smelter ini akan menguntungkan perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc, yang menggantungkan pengolahan bahan baku konsentrat tembaga sebesar 40 persen pada PT Smelting tersebut.

"Sehingga perusahaan Kami telah mengolah bahan baku alam yant diambil dari bumi Indonesia. Ini artinya, keberadaan pabrik ini telah memberi nilai lebih bagi sumberdaya alam yang begitu kaya di negeri ini," ungkapnnya.(Surya/Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help