TribunJatim/

Sopir Truk Tambang Pasir Nyaris Ricuh Dengan Warga, Ini Permasalahannya

Warga Desa Lebakrejo, Kecamatan Winongan menghentikan semua truk muat tambang pasir yang melintas di Jalan yang menghubungkan Winongan - Umbulan, Kec

Sopir Truk Tambang Pasir Nyaris Ricuh Dengan Warga, Ini Permasalahannya
TribunJatim/ Galih Lintartika
NYARIS RICUH : Warga menghadang sopir truk muat tambang pasir karena dianggap merusak jalan Winongan - Umbulan 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Warga Desa Lebakrejo, Kecamatan Winongan menghentikan semua truk muat tambang pasir yang melintas di Jalan yang menghubungkan Winongan - Umbulan, Kecamatan Winongan, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/3/2017) siang.

Puluhan truk ini tidak bisa melintas, karena jalan ditutup dan dihadang oleh warga setempat.

Aksi ini merupakan buntut kekecewaan warga atas kerusakan jalan setempat. Kehadiran truk tambang pasir ini dinilai menjadi faktor utama penyebab rusaknya jalan satu - satunya menuju Umbulan.

Aksi ini sempat memanas, paska sopir truk memberikan perlawanan ke warga. Sopir truk mengecam bahwa aksi blokade jalan ini tidak manusiawi.

Salah satu sopir truk, Rahman, mengaku sudah hampir tiga jam terjebak di sini. Ia tidak bisa melintas, karena dihadang warga. Semisal memaksa pun, ia khawatir beresiko dan warga akan bertindak anarkis.

Baca: Kabar Gembira, Pasuruan Dapatkan Tambahan Kuota Untuk Haji, Ini Detailnya …

"Sebenarnya jangan salahkan kami. Ini seharusnya yang diprotes pemilik tambang, jangan kami. Saya dan teman - teman kan hanya sopir yang ditugasi untuk mengangkut hasil tambanh. Kami ini juga manusia, butuh menghidupi anak istri. Kalau pekerjaan kami dihadang seperti ini, saya gak dapat uang dong," katanya kepada TribunJatim.com.

Untungnya, aksi ini berhasil dibubarkan setelah perwakilan warga duduk bersama dengan perwakilan tambang , dan perwakilan pemerintahan di tingkat kecamatan. Setelah 7 jam jalan di blokade warga, akhirnya dibuka kembali paska sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan jalan rusak tersebut.

Dalam acara duduk bersama itu, dikatakan saah satu warga Abdul Karim, pihak tambang akan bertanggung jawab atas kerusakan jalan ini. Menurutnya, pemilik tambang juga sanggup untuk membantu membiayai perbaikan jalan yang rusak ini akibat setiap hari dilewati truk - truk besar mengangkut hasil tambang pasir.

"Mereka bersedia, dan tadi juga sudah ada kesepakatan hitam di atas putih. Kami tinggal menunggu niat dan inisatif mereka seperti apa ke depannya," katanya kepada Surya saat ditemui usai aksi ini.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help