TribunJatim/
Home »

Jatim

Tambahan Kuota Haji dari Raja Salman Tak Perpendek Antrean di Lamongan, Ini Penyebabnya

Daftar tunggu bagi calon jamaah haji Lamongan terhitung masih tenggat waktu 25 tahun, terhitung mulai awal 2017.

Tambahan Kuota Haji dari Raja Salman Tak Perpendek Antrean di Lamongan, Ini Penyebabnya
istimewa
Jamaah haji di Masjidil Haram 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Bertambahnya kuota haji untuk Indonesia, ternyata tidak berpengaruh besar bagi pendaftar calon jamaah haji Lamongan.

Bahkan daftar tunggu bagi calon jamaah haji Lamongan terhitung masih tenggat waktu 25 tahun, terhitung hingga awal 2017 ini.

"Dari tambahan kuota haji untuk Indonesia, Lamongan mendapat tambahan 77 orang CJH untuk musim haji 2017 ini," ungkap Kasubag TU Kemenag Lamongan, Sunhaji saat dikonfirmasi Tribunjatim.com, Sabtu (18/3/2017).

Kepastian tambahan kuota untuk Lamongan itu setelah total ada tambahan jumlah kuota Indonesia dibagi untuk seluruh kabupaten atau kota seluruh Indonesia.

Masih lamanya daftar tunggu bagi CJH Lamongan, selaian karena tambah kuaotanya tidak banyak, juga karena yang baru mendaftar semakin banyak jumlahnya.

Tepatnya, untuk CJH yang berangkat tahun jumlahnya mencapai 1.347 calon jamaah haji (CJH). "Itu sudah termasuk tambahan kuota 77 CJH," ungkapnya.

Diakui, masyarakat Lamongan yang mendaftar haji dari tahun ke tahun jumlahnya terus bertambah banyak.

Terhitung CJH yang sudah terdaftar atau masuk dalam daftar data base Kementerian Agama pusat Jakarta tercatat sebanyak 33 ribu CJH. "Dan itu data Desember 2015," katanya.

Yang 2016 belum diperoleh jumlah pastinya. Namun Sunhaji memastikan, ada tambahan ribuan CJH untuk 2016.

Bahkan 2017 saja banyak masyarakat yang sudah mendaftar. Jumlah CJH Lamongan meningkatnya sangat tinggi.

Sunhaji berharap, seiring dengan bertambahnya kuota dan pendaftar, Lamongan akan mendapatkan tambahan kuota tiap tahunnya.

Diungkapkan, CJH didominasi masyarakat petani hampir 80 persen, pedagang sekitar 15 persen dan sisanya diantaranya PNS yang didominasi para guru.

Tingginya CJH dari kalangan petani, lantaran masyarakat Lamongan mayoritas sebagai petani.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help