TribunJatim/

Memprihatinkan, ABG Ini Jadi Pengedar Pil Koplo Dikalangan Pelajar di Ngawi

Satuan Reserse Narkoba Polres Ngawi menagkap seorang pelajar berinisial FZ (16) anak warga Jalan Ronggowarsito, Gang Wilis, Kelurahan Ketanggi, Kecama

Memprihatinkan, ABG Ini Jadi Pengedar Pil Koplo Dikalangan Pelajar di Ngawi
TribunJatim/Doni Prasetyo
Tersangka FZ (16) anak warga Jalan Ronggowarsito, Gang Wilis, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, sesaat setelah ditangkap Tim Satresnarkoba Polres Ngawi diruang penyidik setempat, Minggu (19/3-2017) 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Satuan Reserse Narkoba Polres Ngawi menagkap seorang pelajar berinisial FZ (16) anak warga Jalan Ronggowarsito, Gang Wilis, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, yang diduga jadi pengedar pil "gedek" atau pil koplo dikalangan pelajar setempat, Minggu (19/3/2017).

Dalam penangkapan itu Polisi berhasil menemukan sebanyak 46 tablet Trihexyphenidyl (obat syaraf) didalam bungkus rokok disaku tersangka FZ. Selain obat syaraf itu, Polisi juga mengamankan satu HP dan motor matik.

"Tersangka ini sudah lama kami ikuti. Kami mendapat informasi ada penyalahgunaan obat Trihexyphenidyl, untuk mabuk mabukan dari masyarakat ini kemudian kami menemukan tersangka saat berada di Jalan Brawijaya, Ngawi,"kata Kasat Resnarkoba AKP Wasno, kepada TribunJatim.com ,Minggu (19/3/2017).

Dikatakan AKP Wasno, Polisi masih mengembangkan asal obat yang harusnya diberikan dengan resep dokter ini. Namun FZ bisa membawa lebih dari lima strip (1 strip 10 teblet). Tapi saat ditangkap dan ditemukan disaku celana tersangka, obat syaraf itu sudah dijual empat tablet.

Baca: Pengedar Pil Koplo di Kediri ini Dibekuk Petugas, Ini Jumlahnya BBnya

"Kami menangkap FZ di Jalan Brawijaya, Ngawi Kota, saat kami geledah dari saku celana tersangka ditemukan satu bungkus rokok yang didalamnya berisi lima strip obat syaraf. Dari lima strip itu, satu strip sudah dipakai atau dijual," kata mantan Kasat Reskrim Polres Magetan ini.

Menurut AKP Wasno, Trihexyphenidyl, obat syaraf yang disalahgunakan itu sangat berbahaya untuk organ dalam lainnya bila dikonsumsi tidak dengan pengawasan pihak berwenang (dokter).

"Obat Trihexyphenidyl ini biasanya digunakan untuk penderita parkinson. Obat ini ada dua macam bentuk, tablet dan cair. Kalau mengonsumsi obat ini tanpa pengawasan dokter bisa berbahaya bagi organ dalam tubuh seperti liver (hati), gangguan ginjal, psikosis, tekanan darah tinggi, glaukoma, myasthenia gravis, prostat, konstipasi, gangguan jantung, atau pembuluh darah," jelas Kasat Resnarkoba yang juga dosen fakultas hukum ini salah satu universitas swasta di Madiun ini.

Akibat perbuatanya, FZ yang masih dibawah umur ini dikenakan Pasal 106 ayat (1) jo pasal 197 sub pasal 98 ayat (2) jo pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

"FZ disangka melanggar Pasal 197 UU 36/2009, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) diancam pidana penjara selama lamanya 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1, 5 miliar," kata AKP Wasno.

Tersangka FZ, tambah AKP Wasno, sampai ini masih ditahan di Polres Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan untuk mengembangkan kasus kepemilikan obat obatan berbahaya itu. Karena sampai hari ini tersangka belum membuka, obat keras itu didapat dari siapa.

"Guna pengembang kasus kepemilikan obat keras itu, tersangka masih terus kami lakukan pemeriksaan di ruang penyidik Satresnarkoba Polres Ngawi. Paling tidak obat itu dibeli dari siapa dan berapa dijualnya,"tandas AKP Wasno. (Surya/Doni Prasetyo )

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help