TribunJatim/

Bayi Berusia 28 Hari ini Tewas Bersama Ibu Usai Mobil Travel Seruduk Fuso

Kecelakan mobil Daihatsu Xenia seruduk Fuso di akses menuju Jembatan Suramadu, Senin (20/3/2017) pukul 05.00 tak hanya menewaskan sopir Xenia namun j

Bayi Berusia 28 Hari  ini Tewas Bersama Ibu Usai Mobil Travel Seruduk Fuso
surya/ahmad faisol
Bagian depan mobil travel Daihatsu Xenia ditutupi terpal setelah seruduk Fuso di akses menuju Suramadu, Senin (20/3/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Kecelakan mobil Daihatsu Xenia seruduk Fuso di akses menuju Jembatan Suramadu, Senin (20/3/2017) pukul 05.00 tak hanya menewaskan sopir Xenia namun juga menewaskan seorang bayi berusia 28 hari beserta ibunya. Total korban meninggal dalam kecelakaan itu menjadi tiga orang.

Ketiganya yakni, pengemudi Nanang Sulih Hariadi (52), warga Jalan Supriadi VI/2339 Kota Malang, ibu bayi, Ainul Izzati (22), Dusun Sumber Ayu Kecamatan Sumber Barat, Banyuwangi. Sedangkan bayi, Zea Ade Siswanto (28 hari).

Sedangkan empat penumpang selamat yakni, Alifian (20), warga Desa/Kecamatan Kolor, Sumenep, Dedi (23), Desa Sumber Ayu Kecamatan Sumber Barat, Banyuwangi, Fitriah (32), Jalan Darma, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, dan Mabruratu Hasanah (38), Desa Pandewu Barat, Kecamatan Pandewu, Pamekasan.

Korban ibu dan bayi meninggal di rumah sakit di Surabaya. Keduanya duduk di kursi tengah di samping korban selamat, Dedi. Sementara sopir Xenia meninggal di belakang kemudi. Di kursi belakang, ditempati korban selamat lainnya, Fitrah dan Mabruratu Hasanah.

"Saya hendak mengikuti workshop ke Batu (Malang). Ini mobil travel asal Sumenep. Dalam perjalanan, saya tidur," ungkap Mabruratu Hasanah yang merupakan PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan kepada TribunJatim.com.

Baca: Mobil Travel Seruduk Fuso di Suramadu, Akses Suramadu Jadi Begini. . .

Alfian, korban selamat yang duduk di kursi depan, samping sopir mengatakan, ia pun tertidur selama perjalanan hingga terjaga karena mobil mengalami kecelakaan.

"Saya tidak sempat berpikir buka pintu (sisi kiri depan), tapi saya loncat melewati pintu sopir yang sudah ringsek. Saat itu, saya takut mobil meledak," ungkap mahasiwa semestar IV Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang itu kepada TribunJatim.com .

Ia menjelaskan, saat berangkat dari Sumenep sekitar pukul 01.30, sopir nampak ngantuk. Bahkan, laju mobil sempat oleng. Melihat itu, Alfian mengajak sopir ngobrol agar tidak ngantuk.

"Setelah menaikkan penumpang lainnya di Pamekasan, mobil sempat berhenti di Blega (Bangkalan) untuk Salat Subuh. Saya melihat sopir sudah tidak mengantuk, dia sudah mulai merokok," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help