Kepala Desa Kompak Curhat . . . Sekarang Ini Menolong Warga Malah Dianggap Maling

Para Kepala Desa banyak yang protes dan curhat. Mereka bingung dan tidak terima, niatnya menolong warga malah dianggap sebagai maling.

Kepala Desa Kompak Curhat . . . Sekarang Ini Menolong Warga Malah Dianggap Maling
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kades Pulokerto Ainul Yaqin saat menyampaikan aspirasinya sebagai kades tentang pungli di kantor Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Penangkapan Kepala Desa (Kades) dan perangkat desa oleh tim saber pungli Kabupaten dan Kota Pasuruan menuai protes keras.

Para Kades yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Kraton meluruk Kantor Kecamatan Kraton untuk menyampaikan aspirasi mereka yang menganggap bahwa kades ini dikriminalisasi.

Kades Kraton Baihaqi mengatakan, semisal bisa diajak berfikir bersama, menjabat sebagai kades itu solusi apa masalah. Ia mengaku, dia dan kades lainnya memiliki keinginan untuk mensejahterakan dan membantu warga yang membutuhkan keterangan di tingkat pemnerintahan desa.

“Lah, kalau sekarang, saya berfikir bahwa jadi kades itu masalah, karena tidak ada paying hukumnya, dan bisa dituduh pungli atau korupsi,” ujarnya, kepada Surya.

Ia merasa jabatannya sekarang ini membuat dirinya menjadi seperti maling di kantor sendiri. Ia merasakan bagaimana diperiksa tim saber pungli. Ia mendapatkan tekanan saat diduga terlibat dalam penerimaan pungli yang membuat sekdesnya dipenjara oleh tim saber pungli Kota Pasuruan saat ini.

“Saya itu niatnya mau membantu warga yang sedang mengurus akta hibah, tiba-tiba digerebek tim saber pungli. Loh, saya tidak ada niatan untuk pungli kok,” tegasnya.

Menjadi kades, kata Baihaqi, ibarat makan buah simalakama. Berbuat tidak sesuai dengan aturannya dituduh pungli, korupsi dan sebagainya. Padahal, kades itu mengemban tugas yang sangat berat.

“Coba deh, jadi kades, nanti biar merasakan bagaiama susahnya. Saya sempat terlintas untuk tidak menerima pelayanan, daripada dituduh menerima pungli,” terangnya.

Baihaqi menuturkan, penangkapannya dan sekdes bersama dua perangkatnya oleh tim saber pungli pekan lalu itu sangat ganjal. Menurutnya, kronologis awal, itu ada warga yang mau mengurus akta hibah.

Selanjutnya, ia menjelaskan mengurus itu tidak gratis, melainkan ada biaya pajak, biaya lainnya. 

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help