TribunJatim/

Layanan Loket Akta Kelahiran dan Kematian di Siola Ditutup, Ini Penyebabnya

Pemkot Surabaya akan menutup layanan pembuatan data kependudukan di kantor Dispenduk Capul Gedung Siola bakal ditutup.

Layanan Loket Akta Kelahiran dan Kematian di Siola Ditutup, Ini Penyebabnya
TribunJatim/ Nuraini Faiq
Layanan loket akte kelahiran ditutup 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya akan menutup layanan pembuatan data kependudukan di kantor Dispenduk Capul Gedung Siola bakal ditutup.

Perlahan di kantor layanan pembuatan akta kelahiran, akta kematian, pindah keluar, pindah datang, pencatatan perkawinan, sekaligus pencatatan pencarian ditiadakan di Gedung Siola.

"Target kami, tahun ini loket layanan akta kelahiran di Siola tutup. Semua layanan ini akan dialihkan secara online," kata Kepala Dispenduk Capil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo kepada TribunJatim.com, Senin (20/3/2017).

Perlahan, semua layanan dokumen kependudukan itu akan dilayani secara online. Namun yang lebih dulu layanan online secara penuh adalah akta kelahiran.

Sejak diluncurkan layanan online akta kelahiran dan kematian di Dispenduk Capil sejak 2015 lalu, mulai banyak warga Surabaya yang antusias.

Baca: Pemkot Surabaya Arahkan Warga Buat Surat Keterangan Sebelum e-KTP Jadi

Untuk layanan akta Kelahiran mencapai 50 persen lebih. Dari total kelahiran sebanyak 58.994, sebanyak 37.629 sudah memanfaatkan layanan online.

Namun antusiasme warga untuk memanfaatkan layanan online akta kematian masih rendah. Dari total Kematian sebanyak 24.631 yang mau mengurus secara Online 2.189.

Begitu juga untuk layanan Lampid (lahir mati pindah dan kawin) lainnya, yakni pindah tempat dan kawin serta cerai masih rendah.

Warga masih enggan mencatatkan mereka selain kelahiran dan kematian secara online.
"Perlahan harus didorong," lanjut Suharto.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help