TribunJatim/

Pemerkosa Bocah SD Tak Kunjung Ditangkap, Ini Ultimatum 192 Ormas ke Polisi

Pelaku pemerkosaan terhadap bocah SD tak kunjung ditangkap membuat 192 ormas di Indonesia bergerak dan memberi ultimatum ke polisi.

Pemerkosa Bocah SD Tak Kunjung Ditangkap, Ini Ultimatum 192 Ormas ke Polisi
SURYA/SUTONO
Surat desakan yang dikirim 192 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan Indonesia Beragam (JIB) ke Polres Jombang agar segera menangkap empat tersangka perkosaan atas bocah SD inisial ES (13), warga Kecamatan Wonosalam, Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sebanyak 192 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan Indonesia Beragam (JIB) mendesak Polres Jombang segera menangkap empat tersangka perkosaan atas bocah SD inisial ES (13), warga Kecamatan Wonosalam, Jombang.

Sebab, kasus perkosaan sudah terjadi setahun lalu, namun hanya satu orang yang ditangkap, yakni IM (19), warga Kecamatan Wonosalam. Sedangkan empat pelaku lainnya, inisial ARS, AR, HR dan UB, semuanya usia 19 tahun, hingga kini masih bebas.

Desakan diwujudkan dalam surat yang ditujukan kepada Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto itu dilampiri daftar 192 organisasi dari seluruh Indonesia itu sebagai pendukung.

Dalam suratnya, JIB menyatakan mengapresiasi kerja Polres Jombang yang berhasil menangkap 1 orang dari 5 orang pelaku. Namun di sisi lain  JIB juga menilai proses hukum belum berjalan maksimal untuk memberikan keadilan bagi korban.

“Padahal jelas terbukti pelaku lima orang, yakni IM, ARS, AR, HR dan UB. Ironisnya kelimanya teman sepermainan dan tetangga korban,” tulis surat tertanggal 14 Maret yang ditunjukkan Aan Anshori, aktivis Lingkar Indonesia untuk Keadilan (Link) Jombang kepada Tribunjatim.com, Senin (20/3/2017). Link adalah LSM mitra dari JIB.          

Padahal menurut JIB, kekerasan seksual merupakan kejahatan yang luar biasa bagi perempuan dan menimbulkan berbagai dampak baik secara fisik, psikologis  (trauma dalam dan panjang) maupun ekonomi.

JIB pun antara lain meminta Polres Jombang memproses kasus perkosaan dengan pelaku lima orang itu dengan adil, transparan dan sesuai undang-undang.

JIB juga meminta Polres Jombang mempertimbangkan akibat yang ditanggung korban selama ini, mengingat perbuatan pelaku berdampak serius bagi korban baik secara fisik, psikhis, seksual maupun sosial, lebih-lebih akibat yang harus ditanggung korban sepanjang hidupnya.

“Jika tidak ada tindakan tegas maka masyarakat akan menganggap perkosaan itu bukan tindakan kriminal dan tidak tindakan ini akan terus berlangsung,” kata JIB dalam surat berkop Indonesia Beragam alamat Sekreatariat Bersama: Jalan Jati Padang II Nomor 18 A, Jati Padang, Pasar Minggu – Jakarta Selatan

Di akhir suratnya JIB percaya polisi Jombang mampu mewujudkan harapan masyarakat untuk hidup damai tanpa kekerasan, termasuk ruang publik yang aman bagi perempuan.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help